Cara Keras atau Lembut?

DI 14122016 
1 Korintus 4:21 KJV 

What will ye? shall I come unto you with a rod, or in love, and in the spirit of meekness? 

  • Apa yang kamu inginkan? Haruskah aku datang padamu dengan sebuah tongkat, atau dalam kasih, dan dalam roh lemah lembut/penurut? 

Rasul Paulus menasehati jemaat Korintus dlm bbrpa hal melalui surat yg ditulisnya, hingga sampai di kalimat ini, sptnya ada sebuah ‘kegundahan’ dlm pikiran rasul Paulus, hrs dg cara apa nantinya dia menghadapi jemaat ketika dia dtg, spt seorg ayah yg mendidik anaknya dg rotan, atau spt Bapa yg penuh kasih. 
Seorg pemimpin rohani hrs punya kasih dlm mendidik jemaat Tuhan, tp bukan berarti membiarkan kesalahan dan kompromi dg situasi ini, mendidik dlm kasih hrs disertai disiplin dan bila diperlukan maka hukuman dpt diberikan. Tujuannya spya di wkt ke depan, jemaat Tuhan terhindar dr masalah demi masalah akibat kesalahan masa lalu. 
Seorg anak yg masih kanak-kanak, dididik lebih keras dan diperbolehkan utk menggunakan ‘sesuatu’ saat memberikan hukuman scra fisik, tp orgtua hrs bisa menguasai diri, jika memukul tdk boleh krna nafsu amarah yg berlebihan, memukulpun hrs di bagian tubuh yg ‘aman’, hukuman fisik di masa kanak-kanak bs membekas dlm ingatan si anak bahkan ketika nanti dia dewasa dan lanjut usia. Karenanya hukuman hrs disertai dg memberi penjelasan mengapa orgtua menghukum, bkn krna benci, tp spya masa depan si anak tdk rusak (2 Samuel 7:14, Amsal 23:13-14). 
Bgmna kita dg Tuhan, apakah kita tergolong anak ‘nakal dan kurang ajar’ atau anak yg memahami konsekuensi dr berbuat salah? Jgn tunggu ‘tongkat’ Tuhan ‘memukul’ kita hingga hidup kita terdesak dan terhimpit, bnyk kerugian yg akan kita tanggung nantinya, miliki hati yg lembut, ketika ditegur Tuhan, bisa segera sadar dan bertobat, shga kita berhadapan dg Tuhan dlm lingkupan kasih sayang-Nya, krna tdk ada manusia yg sanggup menanggung amarah Tuhan. Jgn lukai hati Tuhan dg kebebalan kita

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.