Berharganya Pertobatan

DI 19122016 
Lukas 15:7 NKJV 

I say to you that likewise there will be more joy in heaven over one sinner who repents than over ninety-nine just persons who need no repentance. 

  • Aku berkata kepadamu bahwa demikian pula akan ada lebih kesukaan di dalam surga atas seorang pendosa yang bertobat daripada atas 99 orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. 

Saya sempat salah mengerti ayat ini, sptnya org yg hidup benar itu tdk begitu ‘menyukakan’ hati Tuhan dibandingkan 1 org pendosa yg bertobat. Bukankah Tuhan senang kalau umat-Nya hidup benar? 
Dlm konteks pertobatan, maka tentu Tuhan sangat senang bila ada org berdosa yg bertobat. Lalu terhadap org benar bgmna? Ternyata Tuhan senangnya ‘dobel’ atau 2 kali dibanding org yg baru bertobat. 
Org benar dahulunya jg org berdosa, org berdosa yg bertobat. Ayat di atas berkata ada lebih kesukaan atas org yg bertobat, berarti tetap ada kesukaan jg terhadap org yg hidup benar, tp kesukaannya lebih ‘sedikit’, tetap ada kesukaan. 
Tuhan bersuka org yg bertobat, Dia jg bersuka org yg hidup benar, jd kesukaan-Nya ganda/dobel atas org benar, sedangkan kesukaan-Nya terhadap org berdosa yg bertobat cuma satu/tunggal saja.  
Jd jgn salah mengerti bhw kita berpikir Tuhan lebih sayang pd petobat baru dibandingkan org benar. Ayat ini bcra dlm hal pertobatan. Tuhan masukkan kita pd lingkungan ’99’ org benar, artinya ada sdr seiman yg turut menjaga dan membangun kerohanian kita. Mrka adalah para pemimpin rohani, org yg lebih dewasa dlm kerohanian dan juga sesama sdr seiman yg saling membangun dan menguatkan. Dlm sebuah komunitas yg tepat, kita spt ‘dipagari’ Tuhan spya hidup kita aman. Org yg sendirian cenderung lebih mudah menjd sasaran iblis, tdk ada yg menjaganya dan menolongnya. Spt domba yg tersesat sndrian menjd sasaran para pemangsanya. Supaya aman, domba hrs ditemukan dan dikumpulkan lg bersama domba lainnya. Inilah gunanya penggembalaan, menjaga kita dr serangan iblis 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.