Iman Yang Keliru 

DI 30122016 
1 Samuel 4:6, 10 

Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: “Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?” Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu, 

  • Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki. 

Tabut Tuhan melambangkan kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya, namun oleh bangsa Israel di zaman ayat ini telah dianggap sbg sebuah benda ‘keramat’ yg memiliki kuasa di dlmnya. Itulah sebabnya mrka membw Tabut Tuhan ke medan peperangan, namun justru saat itu justru mrka mengalami kekalahan. 
Iman pd Tuhan itu hrs lgsg pd pribadi Tuhan, bkn benda-benda yg mewakili keberadaan-Nya. Ada saja org yg masih menganggap bhw salib dlm bentuk apapun bs mengusir setan, shga masih saja digantung di rumah dg harapan bs mengusir setan dan kuasa gelap. 
Alkitab mencatat bbrpa benda yg Tuhan pakai utk menyatakan kuasa-Nya, misalkan tulang Elisa (2 Raja-Raja 13:21), sapu tangan dan celemek Paulus (Kisah Para Rasul 19:12), dan masih ada lg. Namun iman jgn justru bergeser dari ke Tuhan menjd ke benda-benda, ini yg membuat Tuhan tdk menyatakan kuasa-Nya atas kita. 
Roti dan anggur perjamuan kudus, minyak urapan, benda-benda yg dibuat menyerupai tabut perjanjian, menorah, dsbnya, jgn dijadikan spt sesuatu yg mempunyai kuasa spt yg Tuhan miliki. Tetap arahkan iman pd Tuhan, kalaupun sesuatu benda dipakai Tuhan utk menyatakan kuasa-Nya, jgn dianggap jimat dan disembah-sembah. Lalu bgmna jika suatu saat kita tdk memegang apa-apa? Kalau kita jd takut, maka itu tanda iman kita bkn pd Tuhan, tp pd benda-benda itu. 
Boleh saja memiliki benda-benda yg melambangkan sesuatu dlm ke-Kristenan, tp perhatikan penggunaannya, dipakai utk tujuan apa, dan tetap ingat bhw Tuhan memakai semuanya sbg alat Tuhan bekerja

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.