Gagal Mendidik

31122016 
1 Samuel 8:3 

  • Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. 

Hal paling berharga yg bs diwariskan pd anak-anak adalah didikan dan keteladanan, dan ini tdk mudah. 
Dlm kisah hidup Samuel, nyaris tdk ditemui cela sedikitpun ttg kehidupannya, baik peranannya sbg hakim dan nabi bagi bangsa Israel, hingga kita temui ayat ini, ternyata Samuel gagal mendidik anak-anaknya sbg penerus tugasnya sbg hakim atas Israel. 
Apa penyebabnya? Imam Eli yg mendidik Samuel berhasil menjadikan Samuel penerusnya, tp dia gagal mendidik kedua anaknya. Ternyata memang menjd seorg pemimpin itu bkn sekedar kemampuan, tp pilihan Tuhan. 
Selain dididik imam Eli, Samuel memang adalah pilihan Tuhan. Jd ada didikan dr Tuhan jg dan inilah yg membuat Samuel beda dg kedua anak imam Eli. Bs kita lihat ketika usianya telah tua, Samuel mengangkat kedua anaknya sbg penggantinya, tdk ditulis bhw Tuhan yg memilih mrka. 
Jika kita ingin anak-anak kita menjd ‘kepala’ di masa depan, mulailah dg mendidik mrka dg kasih dan disiplin, dan jgn lupa utk mulai menuntun mrka memiliki pengalaman pribadi yg nyata dg Tuhan. Didikan Tuhan sepanjang umur anak-anak kita adalah pembentuk karakter dan memproses hidup mrka menjd hidup berkualitas. Jgn takut utk melepas mrka utk berjalan sndri dg Tuhan. Mgkin ada kegagalan, jatuh, kecewa, tp itulah bagian dr didikan Tuhan utk membentuk mrka menjd pribadi yg kuat. 
Jadilah orgtua yg memberi teladan yg baik, terlebih lg sanggup memotivasi anak-anak utk mengikuti teladan kita. Didikan manusia tdk sempurna dan bs saja gagal, tp didikan Tuhan itu sempurna dan hasilnya jg sempurna. Belajar utk menjd satu team dg Tuhan dlm hal mendidik anak-anak mulai sejak dini, biarkan mrka mengenal Tuhan scra pribadi dan mengetahui rencana Tuhan utk hidup mrka. Suatu saat sbg orgtua, kita akan ‘meninggalkan’ mrka di dunia ini, tp mrka sadar bhw ada Tuhan yg selalu menyertai 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.