Ukuran Usia

DI 13012017 
Yesaya 65:20 NKJV 

“No more shall an infant from there live but a few days, Nor an old man who has not fulfilled his days; For the child shall die one hundred years old, But the sinner being one hundred years old shall be accursed. 

  • Tidak akan ada lagi seorang bayi dari sana hidup tapi sedikit harinya, juga tidak seorang yang tua yang tidak terpenuhi hari-harinya; karena kanak-kanak akan mati 100 tahun usianya, tapi si pendosa menjadi 100 tahun usianya akan terkutuk. 

Ayat ini berkaitan ttg langit dan bumi baru yg akan Tuhan ciptakan, tentunya ini keadaan spt yg dilihat rasul Yohanes di pulau Patmos ttg akhir zaman. Salah satu yg disinggung adalah ttg umur. 
Sblum zaman langit dan bumi baru, blm ada era kekekalan, spt ayat ini berkata bhw ada bayi-bayi yg hidupnya hanya dlm hitungan hari saja, org-org tua yg usianya ‘tercuri’ oleh sakit penyakit, umur 50-an sdh meninggal, pdhal mgkin jatah umurnya di atas 70 tahun. Beragam jenis penyakit kronis bermunculan dan merenggut usia manusia. 
Dlm kekekalan, 100 tahun itu tdk bgtu berarti, krna itu digambarkan bhw dlm masa kekekalan, kanak-kanak atau anak kecil seandainya mati, akan mati dlm usia 100 tahun. Tentu jgn diartikan scra fisik, umur 100 tahun masih kanak-kanak tubuhnya, keliru jika kita berpikir bgtu. Ini perbandingan antara kekekalan dg ke-fana-an dunia ini akibat dosa. 100 tahun dibandingkan kekekalan ibarat umur manusia semasa kanak-kanak. 
Seorg pendosa berumur 100 tahun dianggap terkutuk. Tak heran bnyk pendosa berumur panjang hari-hari ini, uang bs memperpanjang umur mrka. Tp dlm kekekalan, mrka akan terkutuk, tdk masuk surga, akan mengalami kematian ‘kedua’ yaitu kematian kekal. Hidup utk dihakimi Tuhan, sdgkan org benar, hidup utk mengalami kekekalan. 
Mau pilih yg mana? Mau hidup kekal atau kematian kekal? Usia bkn patokan diberkati atau dikutuk Tuhan, tp nanti, ‘umur’ dlm masa kekekalan, apakah mengalami kematian kekal atau tidak? 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.