Tuhan Cinta Damai

DI 14012017 
Amsal 16:7 NKJV 

When a man’s ways please the Lord, He makes even his enemies to be at peace with him. 

  • Ketika jalan seseorang menyenangkan (berkenan pada) Tuhan, Dia membuat bahkan musuh-musuhnya menjadi ada dalam damai bersama dengan dia. 

Kita tentu tdk ingin memiliki musuh, org yg bkn sekedar membenci saja tp berusaha menghancurkan hidup kita. Tentu tdk tenang ketika musuh selalu menghalangi dan melancarkan ‘serangan’ bahkan di saat kita diam. 
Ayat ini ‘aneh’ bagi saya, kalau urusan dg sesama manusia, biasanya diselesaikan dg cara manusia, misalkan diadakan pertemuan kedua pihak yg berseteru oleh negosiator hingga terjd pendamaian dan masalah dianggap selesai. Tapi ayat ini berkata bhw Tuhan yg membuat, jd Tuhan yg mau, berencana dan mewujudkan, Dia membela kita dg membuat musuh kita ada dlm ‘shalom’ dg kita. Ini hal yg luar biasa, diibaratkan musuh berubah menjd spt sahabat bahkan saudara. 
Pendamaian yg dibuat manusia blm tentu bertahan dlm waktu yg lama, bisa saja mulut berdamai, tp hati blm ikhlas dan masih menyimpan rasa curiga. Pendamaian yg Tuhan buat itu sampai merubah hati musuh kita, betul-betul ada saling mengampuni dan mengakui kesalahan masing-masing, mulai timbul kasih dan tdk ada lg niat jahat. Ini pekerjaan Tuhan yg tdk dpt dibuat oleh manusia. 
Syaratnya adalah hidup berkenan pd Tuhan, membuat hati Tuhan disenangkan. Efeknya bkn cm ke diri kita saja tp jg mrmpengaruhi keadaan hubungan kita dg sesama. Dari hal ini bs kita lihat bhw kalau hubungan dg Tuhan baik, maka hubungan dg sesama jg hrs baik, kalau tdk demikian maka perlu dipertanyakan kualitas hubungan kita dg Tuhan. Org yg kerohaniannya baik pasti berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Bnyk org terjebak ingin terlihat religius pdhal kerohaniannya dangkal, percuma dan sia-sia. Jadi kita hrs seimbang, selain membangun hubungan dg Tuhan, perlu jg membangun hubungan baik dg sesama. Tuhan senang kalau kita saling mengasihi

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.