Menanti Dengan Tekun 

DI 20012017 
Roma 8:25 NKJV 

But if we hope for what we do not see, we eagerly wait for it with perseverance. 

  • Tapi jika kita berharap pada apa yang tidak kita lihat, kita dengan tidak sabar menunggu untuk itu dengan ketekunan. 

Apa beda antara pengharapan dan impian? Bnyk org blm bs membedakannya dan akhirnya ketika tdk menjd kenyataan, dirinya menjd pesimis dan kecewa pd Tuhan. 
Impian itu bs disebut keinginan pribadi kita ttg masa depan, saya ingin begini begitu, ingin punya ini itu, dsbnya. Yg membedakannya dg pengharapan adalah: ada dasar kita berharap krna Tuhan yg menjanjikannya utk kita. Impian tdk Tuhan janjikan apa-apa, sekedar keinginan pribadi, tdk ada jaminan dr Tuhan bhw itu pasti terjd dlm hidup kita. 
Dasar kita berharap adalah janji Tuhan. Kita boleh meng-claim itu terjd dlm hidup kita, tp kalau impian semata, Tuhan tdk punya kewajiban mewujudkannya bagi kita, krna bs saja impian kita beda dg rencana Tuhan bagi kita. 
Ternyata berkaitan dg pengharapan janji Tuhan, ada 2 hal yg perlu kita miliki yaitu menunggu dg tdk sabar dan ketekunan. Utk mudah mengertinya, kita pakai istilah ‘ngebet dan tdk berhenti’ berharap. Sangat menginginkan yg tdk terlihat menjd sebuah kenyataan. Jd spt seorg ibu yg segera ingin melihat wajah anak yg ada dlm kandungannya ketika sdh mendekati hari-hari utk bersalin. Janji Tuhan suatu hr akan ‘dilahirkan’, yg tdk terlihat akhirnya terlihat. Perlu ‘ngebet dan tekun’. 
Janji Tuhan tak ada yg instant terjd, kalau mujizat bs saja terjd instant dan langsung, tp janji Tuhan perlu proses ‘dikandung’ dan kemudian ‘dilahirkan’. Jgn paksa utk segera diwujudkan, nantinya jd ‘premature’ atau tdk sesuai dg janji Tuhan. Hrs brpa lama menunggu? Waktu Tuhan bkn waktu kita, tetaplah menanti dan berharap akan janji Tuhan, Dia tdk pernah berdusta, Dia tdk pernah lupa, Dia pasti tepati semua janji-janji-Nya. Jgn putus pengharapan sekalipun keadaan bertolak blkg dg apa yg kita harapkan 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.