Tuhan Dalam Hati Kita 

DI 02022017 
Efesus 3:17 NKJV  

that Christ may dwell in your hearts through faith; that you, being rooted and grounded in love, 

  • supaya Kristus boleh berdiam di dalam hati kalian melalui iman; supaya kamu, menjadi berakar dan membumi di dalam kasih 

Ternyata bkn melalui doa yg membuat Tuhan berdiam dlm diri org percaya, tapi iman. Tak heran org yg sekalipun bnyk berdoa, yg ‘katanya’ intim dg Tuhan ternyata bgtu rapuh saat menghadapi masalah kehidupan. 
Doa itu tindakan iman, krna punya iman pd Tuhan, kita berdoa pd Tuhan, kalau org lain tdk percaya Tuhan, pasti doanya bkn pd Tuhan. Melalui iman, Tuhan berdiam dlm hati kita. Kalau tdk punya iman, tak mgkin Tuhan berdiam dlm hatinya. Kata ‘melalui’ bs digambarkan spt jalan masuk atau pintu. 
Ketika Tuhan berdiam dlm hati kita, maka kasih-Nya mulai mengakar kuat dlm hidup kita. Makin kuat berakar kemudian ‘membumi’ artinya spt akar pohon yg menyatu dg tanah, akarnya ditarik maka tanahnya terbongkar dan melekat pd akarnya. Inilah yg dimaksud dg ‘satu roh’ dg Tuhan (1 Korintus 6:17). 
Org yg murtad, mengganti percayanya dg menyangkal Tuhan sbg yg dia sembah, mengikuti tuhan yg lain, pasti di dlm hatinya tdk ada Tuhan. Tdk semua org Kristen ada Tuhan dlm hatinya. Boleh rajin berdoa dan ibadah, rajin melayani, blm tentu Tuhan berdiam dlm hatinya. Bkn aktivitas rohani, tp imanlah yg jd penentunya. Mgkinkah org mengasihi tanpa beriman pd Tuhan? Mustahil! Tanpa iman org bs saja berbuat baik, menolong org miskin, dsbnya. Mengasihi dg berbuat baik mgkin terlihat sama, tp yg membedakannya adalah apakah ada Tuhan dlm perbuatan baik yg dilakukan? Kalau ada Tuhan, perbuatan baik selalu membw org dtg pd Tuhan, apakah itu utk bertobat atau sekedar memuliakan Tuhan krna mengalami kebaikan-Nya. 
Org beriman pasti mengasihi dg kasih yg dr Tuhan. Mampu mengasihi org yg berdosa dan berbuat jahat pd dia, punya belas kasihan dan pengampunan, murah hati dan memberi. Bgmna dg kita? 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.