DI 03022017
1 Korintus 3:18 NKJV
Let no one deceive himself. If anyone among you seems to be wise in this age, let him become a fool that he may become wise.
- Jangan ada seorangpun yang menipu dirinya sendiri. Jika ada orang di antaramu kelihatan menjadi bijaksana dalam zaman ini, biarlah dia menjadi bodoh supaya dia boleh menjadi bijaksana.
Mau menjd pintar? Belajarlah di sekolah atau tempat belajar lainnya. Mau menjadi bijaksana? Bukan belajar, tp justru menjd bodoh. Ajaran yg aneh.
Spya mudah mengerti, kita umpamakan spt ingin mengisi air ke sebuah gelas yg sdh penuh dg air. Bisakah gelas yg penuh air diisi dg air lagi? Gelas hrs dikosongkan barulah kemudian diisi dg air yg baru. Air lama itulah hikmat dunia, air baru itulah hikmat Tuhan yg membuat seseorg menjd bijaksana. Spya memiliki hikmat dr Tuhan, maka perlu ‘mengosongkan diri’ kita dr hikmat dunia.
Sulit utk melakukannya, krna sedikit bnyk ada manfaat dr hikmat dunia bagi kehidupan kita. Namun yg perlu kita pahami adalah: hikmat dunia terpengaruh oleh kebudayaan, filsafat, agama, adat istiadat, kepintaran manusia, pengalaman hidup. Haruskah semuanya ‘dibuang’?
Utk belajar di tingkat SMP, buku pelajaran di waktu SD tdk bs dipakai, hrs menggunakan buku pelajaran SMP, ada lanjutan pengetahuan yg tdk terdpt di buku SD. Spt itulah jika kita ingin menjd bijaksana di dlm Tuhan. Org yg sulit mengerti Firman Tuhan disebabkan krna dia tetap berpegang pd pikirannya sndri, shga bagi dia bnyk dr Firman Tuhan yg tdk masuk akal, mustahil, aneh hingga berkesimpulan bhw Firman Tuhan itu hanyalah kumpulan dongeng dan cerita fiksi semata. Baca Alkitab dg mengerti scra logika membuat seseorg tdk mampu memahami Tuhan.
Hrs jd bodoh dahulu, buang hikmat dr dunia. Org bodoh itu minim pengetahuan. Krna sadar masih bodoh, maka timbul keinginan utk belajar, meninggalkan kebodohan dlm dirinya. Mulai mengisi pikiran dan hatinya dg hikmat dr Tuhan, kebenaran Firman Tuhan yg sejati