DI 22022017
Markus 7:35-36
Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
- Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.
Kalau dibandingkan cara memberitakan Injil Keselamatan antara Yesus dan gereja zaman skrg, memang agak aneh, gereja skrg gemar bikin acara ‘kesembuhan ilahi’ dan tdk sdkit mengeluarkan dana besar utk ‘iklan’ jauh-jauh hari, tujuannya spya bnyk org sakit yg dtg dan disembuhkan, berharap stlah itu ada yg ‘sekalian’ bertobat. Tapi Yesus justru bbrpa kali tercatat melarang org mempublikasikan mujizat yg diperbuat-Nya.
Apakah cara grja zaman skrg itu salah? Tentu tdk, salah satu cara org mengenal Tuhan adalah melalui mujizat yg terjd atau dialaminya sndri. Yesus melarang org mempublikasikan krna Dia mengerti tujuan Dia diutus ke dunia, bkn sekedar sbg ‘tabib sakti’, tp tugas utama-Nya adalah mengajar bangsa Israel ttg hukum-hukum dan pengertian kitab suci. Puncaknya adalah Dia menyerahkan nyawa-Nya pd Bapa dan menanggung dosa manusia.
Misalkan kita diberi wkt utk makan slma 20 menit, br mkn 5 menit, tiba-tiba ada telepon masuk, bcra sana sini tak jelas, habislah sisa 15 menit yg ada dan mknan kita blm habis. Terpaksa kita meninggalkan mknannya. Kehilangan fokus dan tujuan waktu.
Kitapun hrs bs memilih apa yg hrs kita kerjakan skrg, misalnya wktnya utk belajar, bekerja, melayani, waktu bersama keluarga, dsbnya. Kalau kita bnyk mengerjakan sekaligus, satupun tdk ada yg selesai nantinya. Walaupun semuanya itu hal-hal yg baik, tetap hrs tau prioritas yg hrs dikerjakan saat ini. Selesaikan yg satu br pindah ke hal yg lain.
Prioritaskan hal-hal yg sifatnya hrs ‘segera’ dituntaskan, yg sifatnya utk masa dpn tetap diusahakan, tp jgn tertukar prioritasnya. Bnyk hal yg penting, tp prioritaskan yg lebih penting