Sukacita Yang Kebablasan

DI 02032017 
2 Raja-raja 20:13, 17 

13 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

  • 17 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN. 

Hati-hati ketika apa yg kita minta ternyata dikabulkan Tuhan, seringkali kita menganggap diri berkenan di hadapan Tuhan atau merasa Tuhan bs kita ‘rayu’ utk mengikuti kemauan kita. 
Utk apa raja Hizkia sengaja memamerkan kekayaan yg dimilikinya? Ini krna dia merasa Tuhan bisa ‘nurut’ dg permintaannya, hartanya adalah 100% hasil kerjanya, bkn pemberian Tuhan. Org kalau ‘tinggi rohaninya’ seringkali cepat jatuh krna merasa ‘intim’ dg Tuhan, rasa hormat pd Tuhan sdh hilang, Tuhan sdh spt ‘selevel’ dg dia. 
Spt dlm kisah pemberontakan dlm sebuah kerajaan, kebanyakan terjd justru di kalangan petinggi istana, apakah pangeran berontak terhadap raja, perdana menterinya berontak, dsbnya. Spt Hizkia, merasa dirinya bs mengatur Tuhan, kebablasan pamer kekayaan dan sejarah mencatat bhw kemudian kerajaannya hancur dan diperbudak. 
Seandainya raja Hizkia tdk minta diperpanjang hidupnya, dia mati sbg raja yg baik dan takut akan Tuhan, kerajaannya mgkin masih bertahan sekian generasi. Hati-hati dg apa yg kita minta pd Tuhan, jgn sampai nantinya justru membuat kita menjauh dr Tuhan. Jgn sampai kita merendahkan Tuhan krna permintaan kita Dia kabulkan. Dikabulkan atau ditolak, tetaplah hormat pd Tuhan, pemberian-Nya jgn sampai menggeser posisi-Nya dlm hidup kita. 
Ketika Tuhan menegur, rendahkan diri dan bertobat, jgn meremehkan 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.