Pengelolaan Keuangan

DI 29042014

Matius 25:30 NKJV
And cast the unprofitable servant into the outer darkness. There will be weeping and gnashing of teeth.

Dan lemparkan hamba yang tidak menguntungkan itu ke dalam kegelapan di luar. Di sana akan ada ratapan dan kertak gigi.

Perumpamaan ttg talenta sdh sangat ‘disesatkan’ oleh bnyk pengkhotbah. Sadarkah kita? Talenta dlm perumpamaan ini adalah jelas ttg satuan uang, bkn bakat atau keahlian.

Memang jika kita hanya membaca dr versi bhsa Inggris, kata ‘talent’ sdh berubah arti, jd membaca perumpamaan ini hrs paham konteks ttg di mana perumpamaan ini diceritakan. Tentu saja di Israel, dan talenta di sana benar-benar ttg uang, bkn bakat. Ayo jgn mau disesatkan.

3 org hamba dipercayakan 5,2, dan 1 talenta. Nilai 1 talenta menurut Ensiklopedia Alkitab setara dg USD 960, jika kurs 1 dollar = Rp 11.500,- maka 1 talenta = Rp 11.040.000,-

Yang diberi 5 talenta akhirnya membawa 10 talenta dan dikembalikan pd tuannya ketika tuannya kembali. Yang diberi 2 talenta akhirnya membawa 4 talenta dan mengembalikan kepada tuannya. Tuannya sangat senang.

Yg diberi 1 talenta akhirnya membawa 1 talenta dan mengembalikannya pd tuannya. Dan akhirnya hamba ini dilempar ke kegelapan di luar. Itu gambaran ttg neraka: gelap dan bnyk ratapan.

Poin dr perumpamaan ini adalah di akhir zaman ini, bgmna kita mengelola keuangan kita juga akan menentukan nantinya kita masuk ke kekekalan yg mana: hidup kekal di surga atau kematian kekal di neraka. Apakah seserius itu? Hamba yg dilempar ini dijuluki ‘tidak menguntungkan’. Kalau cara kita mengelola keuangan itu tdk ‘menguntungkan’ pihak Tuhan dan kerajaan surga, berarti kita hanya memikirkan diri kita sndri.

Uang itu ada ‘roti utk dimakan’ dan ‘benih utk ditabur’ (2 Korintus 9:10). Investasi itu masuk ke ‘benih’. Sudahkah sebagian uang kita diinvestasikan ke kegiatan yg ‘menguntungkan’ Tuhan? Kegiatan sosial, mendanai penginjilan, menolong kebutuhan sesama, dsbnya.

Kelola dg benar.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.