DI 16032017
Matius 5:46
- Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Membaca ayat ini memang perlu perenungan, kalau dibaca sekilas maka akan tdk menemukan pesan yang dimaksud.
Ketika Tuhan bertanya: “Apakah upahmu?” Dlm terjemahan lain digunakan kata ‘reward’ yg diartikan sbg penghargaan, ganjaran. Ternyata mengasihi org yg mengasihi kita jg itu blm ada ‘reward’nya, artinya belum dpt apa-apa dr Tuhan.
Itulah kewajiban sbg anak-anak Tuhan utk saling mengasihi, bahkan ini sebuah perintah Tuhan. Bukankah setiap perbuatan baik yg kita lakukan itu ada balasan dr Tuhan? Tentu yg kita tabur akan kita tuai, tp ini masalah yg berbeda.
Yang Tuhan ingin lihat apakah ada ‘nilai lebihnya’ dr kasih kita pd org lain. Kasih dibalas kasih ya tdk ada nilai lebihnya, krna kita hrs mengerti bhw hanya 1 pihak saja yg akan membalas kebaikan kita pd sesama, apakah manusia yg balas atau Tuhan. Kalau manusia sdh membalas, maka Tuhan tdk membalasnya lg krna kita telah dpt ‘reward’nya dr manusia.
Lukas 14:13-14
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
Tuhan Yesus sndri mengajar utk mengasihi musuh dan berbuat baik pd mrka yg scra manusia tdk mampu membalas kebaikan kita. Bkn utk mengejar upah atau balasan Tuhan, tp ini yg penting: kalau kita lakukan sesuatu pd org yg tdk mampu, itu disamakan spt melakukannya pd Tuhan sndri, maka Tuhan yg akan membalasnya lgsg.
Jgn disalah artikan lebih baik bnyk melakukan kegiatan amal drpd mengasihi org yg mengasihi kita, keduanya hrs seimbang dijalankan, apakah kebaikan kita terbalas atau tdk, yg penting kita sdh mempraktekkan kasih pd Tuhan dan sesama