Karena Menolak 

DI 17032017 
Lukas 14:24 

  • Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.” 

Kita pasti pernah menerima undangan, apakah itu undangan pernikahan, ulang tahun, peresmian, dsbnya, ada yg bs kita hadiri, ada yg tdk bs krna berbagai sebab. 
Perumpamaan ttg undangan pesta ini ditutup dg pesan Yesus dlm ayat di atas, utk memahaminya, kita perlu tahu ttg budaya Yahudi ttg makan bersama. 
Tingkat hubungan dlm budaya Yahudi itu berjenjang, paling tinggi adalah ketika makan semeja bersama-sama, di meja makan inilah bs terjd kesepakatan dan pengambilan keputusan. 
Tuhan Yesus ‘mengundang’ kita utk hadir dlm pesta perjamuan-Nya, apakah itu? Dlm kitab Wahyu kita temukan sebuah event yg disebut ‘Pernikahan Anak Domba’ (Wahyu 19:9), disertai dg adanya perjamuan. Dlm perumpamaan ini, disebut 3 alasan penolakan para undangan utk menghadiri pesta, pertama yaitu melihat ladang yg baru dibeli, kedua yaitu mengetes 5 sapi yg baru dibeli, ketiga yaitu krna baru menikah. 
Ladang bcra ttg pekerjaan, sapi bcra ttg kekayaan, istri bcra ttg cinta, jd 3 alasan yg umumnya jd penyebab tdk hadirnya dlm pesta itu adalah krna sibuk bekerja, punya bnyk harta dan terlalu mencintai manusia drpd Tuhan. 3 hal inilah menjd penyebab org gagal utk membangun hubungan yg intim dg Tuhan. Kesibukan kerja membuat seseorg tdk punya wkt sisa selain utk bekerja, tdk ada wkt utk Tuhan. Harta yg bnyk membuat seseorg merasa tdk butuh Tuhan, Tuhan itu tdk penting bagi dia, semua bs diselesaikan dg uang. Kemudian terlalu sayang pd keluarga, melarang anggota keluarga terlibat dlm pelayanan, lebih memilih pergi tamasya drpd beribadah pd Tuhan, ibadah disamakan spt menonton film di bioskop, tubuh ada di gereja, tp pikiran lari kemana-mana. 
Kedatangan Tuhan makin dekat, Dia mengundang org-org pilihan-Nya utk menikmati perjamuan pernikahan Anak Domba, apakah kita termasuk dlm para undangan-Nya? Jika ya, siapkan diri 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.