Menjual Semuanya

DI 24032017 
Matius 13:46 KJV 

Who, when he had found one pearl of great price, went and sold all that he had, and bought it. 

  • Siapa, ketika dia telah menemukan satu mutiara yang besar harganya, pergi dan menjual semua yang dia punya, dan membelinya. 

Mutiara (peninim, margarites) digunakan perhiasan bagi kaum ibu, juga bs utk diperdagangkan. 
Sbnarnya apa makna dr perumpamaan ini? Kalau saja kita jeli, kita akan sangat terkejut saat menyadari makna yg sangat penting di dlmnya. 
Seseorg mencari mutiara yg baik, suatu saat dia temukan mutiara yg tinggi harganya, kemudian dia menjual semua hartanya dan pergi membeli mutiara itu. 
Nah, perhatikan kata ‘membeli’, ada pembeli berarti ada penjual. Zaman itu pedagang tentu menginginkan untung dr apa yg dia jual. Selain keuntungan jd alasan, mgkin saja mutiara itu tdklah bgtu disukai si penjual, shga dia menjualnya. 
Apa yg bs membuat seseorg menjual seluruh hartanya? Utk membiayai perawatan rumah sakit, utk membiayai sekolah atau kuliah anak-anak, bangkrut, membayar hutang, dsbnya. Alasan lain adalah krna kalau dijual hartanya dan bs membeli sesuatu yg di masa dtg bs memberi keuntungan, ini dinilai pantas. 
Mutiara yg tinggi nilainya, yg saya pahami, melambangkan keselamatan. Spt kisah Zakheus yg berani membagi hartanya pd org miskin setelah bertemu dg Yesus : 
Lukas 19:9 

Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. 
Di akhir zaman bnyk org akan menjual ‘mutiara keselamatan’ yg dia punya, artinya murtad meninggalkan Tuhan, ada ‘jatah kuota’ keselamatan yg dia tinggalkan, ketika seseorg sdg mencari keselamatan, dia mendengar Injil dan percaya, dia ‘membeli’ artinya menukar hidup yg lama dg hidup yg baru dlm Kristus, dia mengambil ‘jatah kuota’ keselamatan itu dr org yg murtad td. Dia diselamatkan jika setia, sdgkan si murtad jika tdk bertobat, dia kehilangan keselamatan. Ini masalah surga atau neraka 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.