Bukan Soal Miskin atau Kaya 

DI 25032017 
Lukas 21:4 KJV 

For all these have of their abundance cast in unto the offerings of God: but she of her penury hath cast in all the living that she had. 

  • Karena semua milik dari kelimpahan mereka dimasukkan ke dalam petsembahan Tuhan : tapi si perempuan dari kemiskinannya dimasukkannya semua hidup yang dia punya. 

Harta selain berkaitan dg hati, berkaitan jg dg hidup seseorg. Hidup yg layak dipandang dr sbrapa pendapatan yg diperoleh tiap org, dan manusia cenderung memperlakukan sesamanya sesuai dengan miskin atau kayanya seseorg. 
Ayat ini memang membuka pengertian yg dlm, dlm hal memberi persembahan bkn soal miskin atau kaya, tp yg ada pd kita, kalau memang itu memang hak-Nya Tuhan ya hrs dipersembahkan, tak boleh ditahan utk dipersembahkan. Janda miskin ini tahu persis aturan ini, ketika dtg ke rumah Tuhan, dia tdk dtg dg tangan kosong, uang terakhir yg dia miliki yg adalah hak-Nya Tuhan, dia persembahkan dg taat. 
Bgmna dg kita? Mgkin saat tiba memberi persembahan di gereja, uang kita tinggal selembar 20 ribu, apakah kita akan memberi 20 ribu itu utk Tuhan? Atau kita memilih tdk memberi? Atau sedikit menyesal krna tdk menukarkan dulu dg pecahan yg lebih kecil, memberi pun tdk dg rela dan sukacita. Nanti pulang bgmna? Mau mkn apa? 
Renungkan, kira-kira si janda miskin ini bgmna dia nanti mkn kalau tdk punya uang lg? Kalaupun hr itu dia sempat membuat mknan, besok bgmna? Saya yakin itu ada dlm pikirannya, tp dia memilih memberi apa yg jd hak-Nya Tuhan, dan dia melakukannya. 
Tuhan memelihara hidup kita, apalg kita yg taat pd Firman Tuhan, sekalipun mgkin kita tdk memiliki apa-apa lg, org lain tdk tahu kondisi kita, tp Tuhan tahu, Dia sanggup memelihara hidup kita, Dia bs lakukan bnyk cara utk menolong kita, Dia bs pakai siapa saja utk menolong kita. Penderitaan memang ada tp ada jg kekuatan dan sukacita yg Tuhan berikan spya kita mampu menjalaninya. Ada saatnya Tuhan hanya perlu mengamati kita 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.