Tidak Egois

DI 31032017 
2 Samuel 15:14 

  • Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem: “Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, sebab jangan-jangan kita tidak akan luput dari pada Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia jangan dapat lekas menyusul kita, dan mendatangkan celaka atas kita dan memukul kota ini dengan mata pedang!” 

Suasana politik saat itu sedang memanas, anak raja yaitu Absalom berniat memberontak dan merebut posisi raja atas Israel dr Daud, apa yg Daud perbuat sangat menarik utk direnungkan, dia kabur dan ‘melepas’ kekuasaannya sbg raja pd Tuhan. 
Mgkin ini mirip dg pernyataan Ayub ketika diuji Tuhan melalui kehancuran yg iblis perbuat, Daud sadar bhw kekuasaan itu pemberian Tuhan, bs Tuhan berikan dan kemudian Tuhan mengambilnya kembali. Selain itu, Daud tdk egois, dia memikirkan nasib para org-org yg setia kepada dia spya tetap hidup, tdk mati sia-sia, spya jgn ada perang besar di bangsa Israel. 
Sebagian org susah utk mengembalikan pd Tuhan apa yg telah Tuhan berikan. Bgtu yg Tuhan berikan telah kita terima, kita anggap sbg milik kita utk seterusnya. Tak heran bnyk org yg ‘jatuh’ oleh sebab harta, tahta dan cinta, tak rela Tuhan mengambilnya kembali suatu saat. Memang kalau sesuatu sdh mengikat dlm hidup kita, sulit utk melepaskannya dr hidup kita. 
Apa yg jd keputusan kita, sdkit bnyk berpengaruh pd keadaan org lain di sekitar kita, shga kita hrs jg mempertimbangkan nasib mrka ketika kita hrs mengambil sebuah keputusan penting, hrs tepat utk diri sndri dan tdk berpengaruh buruk terhadap org lain di sekitar kita. Kadang kita yg hrs berkorban, mengalah dan melepas yg kita punya demi kebaikan bersama. Di sinilah ketenangan dan kejernihan berpikir sangat dibutuhkan, tdk emosional dan tdk egois, dahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. 
Mgkin keputusan yg kita ambil dinilai tdk tepat atau dianggap bodoh, org lain hanya bs menilai, berkomentar saja 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.