Masih Ada Sedikit Dendam

DI 01042017 
2 Samuel 16:1, 3 

Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. 

  • Kemudian bertanyalah raja: “Di manakah anak tuanmu?” Jawab Ziba kepada raja: “Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.” 

Mefiboset adalah cucu raja Saul, raja pertama org Israel, ketika akhirnya Saul mati dlm peperangan, Daud tetap memelihara Mefiboset sekalipun di antara keluarga Daud dan Saul hubungannya tdklah bgtu baik. 
Ketika tahta Daud ingin direbut oleh Absalom, anaknya, Mefiboset mengeluarkan pernyataan spt ayat yg kita baca, dia senang dg keadaan yg dialami Daud dan berharap dirinya bs menjd raja atas Israel, krna dia menganggap bhw Israel adalah kerajaan milik kakeknya, raja Saul. 
Mgkin kita pernah menemui org spt Mefiboset, sdh kita pelihara hidupnya, kita tolong, tapi ternyata masih menyimpan dendam. Apa buktinya seseorg memiliki dendam dlm hatinya? Ketika org yg dia benci mengalami yg buruk, justru dia ‘mensyukurinya’, dan berencana mengambil peluang utk mendptkan keuntungan bagi dirinya sndri. 
Mgkin seseorg bs terlihat sangat baik, sopan, selalu tersenyum, namun ternyata masih ada dendam dlm hatinya terhadap org lain. Sulit memang utk mengetahuinya, hingga saat kita mengalami sesuatu yg buruk, dia baru memperlihatkan dendamnya terhadap kita, walaupun kita sdh sangat baik terhadapnya. Inilah realita kehidupan, kita hrs menyikapinya dg tepat. 
Jgn membalas dendam dg dendam jg, serahkan pembalasan hanya pd Tuhan, jgn kita merasa berhak menghakimi dan menjatuhkan vonis, justru kita bs berdosa karenanya. Jaga hati kita dr segala kejahatan, jgn biarkan sakit hati makin bertumbuh menjd dendam yg semakin besar, segera padamkan amarah dan cobalah utk berdoa, tenangkan hati

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.