Rumah Duka

DI 04042017 
Pengkhotbah 7:2 NKJV 

Better to go to the house of mourning Than to go to the house of feasting, For that is the end of all men; And the living will take it to heart. 

  • Lebih baik pergi ke rumah duka daripada pergi ke rumah pesta, karena itulah akhir dari semua manusia; dan yang masih hidup akan mengambilnya ke hati. 

Rumah duka identik dg rasa duka kehilangan org yg dikasihi krna telah meninggal dunia, dari yg rasa duka yg wajar hingga histeris, bahkan ada yg ingin ikut masuk lobang kubur, dan jg yg pingsan tdk sanggup melihat kenyataan org yg dikasihi telah meninggal dunia. 
Apa kelebihan pergi ke rumah duka dibandingkan pergi ke rumah pesta? Dari sisi perasaan mgkin org lebih senang ke pesta, semua ‘happy’ dan tdk ada kesedihan. Tapi dr sisi rohani, saat seseorg tetap dlm iman pd Kristus hingga dia meninggal, ini sebuah kesaksian hidup yg menginspirasi org yg hadir di rumah duka. 
Biasanya akan sdkit disinggung ttg kenangan hidup almarhum/ah, ttg kebaikannya, plynannya, kasihnya pd bnyk org, dsbnya. Yg paling istimewa adalah bgmna beliau tdk melepaskan iman pd Kristus walaupun sakitnya tdk sembuh setelah berdoa pd Tuhan, walau sepanjang hidupnya bnyk disakiti oleh perbuatan org lain, namun bs mengampuni, hingga mrka yg detik-detik terakhir hidupnya mau percaya pd Kristus dan menerima keselamatan. 
Realita yg ada, ada org-org Kristen akhirnya meninggalkan iman pd Kristus krna ingin karier sukses, krna cinta dan pernikahan, krna disesatkan oleh pengajaran yg bkn Kristen, krna kecewa dg Tuhan, dsbnya. Akhir hidup seseorg, jika tdk tetap dlm iman pd Kristus maka kematian kekal yg akan dialaminya nanti. Tuhan mencari iman dlm hidup setiap kita, hingga akhir kita menutup mata apakah kita tetap setia pd Tuhan? Ini tdk mudah dilakukan krna sepanjang hidup kita akan bnyk hal-hal yg membuat iman kita goyang, blm lg tawaran instant dr pihak-pihak yg senang sekali memurtadkan org Kristen dg cara apapun 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.