Tidak Sadar Diri

DI 03042017 
1 Raja-raja 18:17-18 

Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: “Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?” 

  • Jawab Elia kepadanya: “Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal. 

Keadaan suatu bangsa, baik atau buruknya sedikit bnyk dipengaruhi oleh bgmna pemimpinnya menjalankan pemerintahan. Saat ayat ini terjd, sdh 3 tahun hujan tdk turun dan terjd kelaparan hebat (ay 1-2). 
Zaman itu bila tdk turun hujan dlm jangka wkt panjang, dikaitkan dg murka Tuhan oleh sebab sesuatu. Raja Ahab tdk sadar bhw kelakuannyalah yg menyebabkan Tuhan tdk menurunkan hujan selama 3 tahun hingga terjd kelaparan, dia menganggap bhw Elia yg otoritasnya sbg seorg nabi memerintahkan langit agar tdk menurunkan hujan. 
Ada saja org-org spt raja Ahab, tdk sadar bhw dialah yg menyebabkan masalah dan musibah itu terjd, malah menyalahkan org lain. Ini disebabkan krna org-org spt itu hidup dg kebenarannya sndri, dan org lain yg tdk sepakat dg cara dia hidup dianggap sbg lawan dan penyebab timbulnya masalah. Biasanya pemimpin yg arogan, tdk rendah hati, tdk mau dibantah, tdk menghormati Tuhan dan org lain, merekalah yg justru menjd penyebab timbulnya masalah dan musibah. Pemimpin spt ini membahayakan situasi yg ada dlm pimpinannya, mulai dr skala keluarga, masyarakat dan lingkungan hingga sebuah bangsa. Apa yg seorg suami perbuat, akan berpengaruh terhadap keadaan istri dan anak-anaknya. Para pemimpin rohani, yg diperbuatnya akan mempengaruhi keadaan jemaat yg digembalakannya, hingga tingkat penguasa suatu bangsa, yg dibuatnya akan mempengaruhi nasib bangsa itu di mata Tuhan. 
Kekuasaan dan otoritas itu berasal dr Tuhan, jgn bertindak sembarangan ketika Tuhan memberikannya pd kita. Kalau disalahgunakan, Tuhan tetap minta pertanggungjwbannya dr kita, dan kita tdk bs mengelak dr pengadilan Tuhan 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.