DI 11042017
Matius 9:13 KJV
But go ye and learn what that meaneth, I will have mercy, and not sacrifice: for I am not come to call the righteous, but sinners to repentance.
- Tapi kamu pergilah dan pelajari apa artinya: “Aku akan memiliki kemurahan hati, dan bukan persembahan, karena Aku tidak datang untuk mrmanggil orang benar, tapi orang berdosa untuk bertobat.”
Bisakah manusia membuat manusia lain bertobat pd Tuhan? Kalau membimbing org lain mendekat pd Tuhan, mgkin bs, tp ttg pertobatan, itu urusan tiap org dg Tuhan.
Jalan pikiran yg keliru adalah membawa manusia pd agama dan agamalah yg jd jembatan utk manusia dtg pd Tuhan dan bertobat. Kita lihat buktinya bnyk, justru org yg beragamalah bahkan yg katanya ‘rohaniwan’ tetap melakukan dosa. Agama bkn jwban utk bertobat.
Zaman Yesus hidup di dunia, Yesus tdk membawa agama baru utk mengganti ‘agama Yahudi’ yg sdh ada, tdk membatalkan Taurat Musa, tp justru memberi penjelasan lebih mendalam ttg itu. Lalu mengapa keKristenan itu ada? Karena bangsa Israel ada yg tdk mau percaya pd Yesus, mrka menganiaya org percaya hingga tersebar keluar wilayah Israel, di sinilah keKristenan mulai muncul. Seandainya bangsa Israel seluruhnya percaya, maka beda ceritanya.
Menjadikan seseorg menjd beragama Kristen bknlah cara utk membuat mereka bertobat. Bkn agama Kristen yg membuat seseorg bertobat, tp kemurahan Tuhan utk menyelamatkan yg berdosa dg memanggil mrka utk mendekat pd Tuhan. Ketika seseorg bertobat, dia menjd umat Tuhan dan anak Tuhan. Baptisan itu bukti pertobatan, jgn terbalik, dibaptis dulu br bertobat, itu namanya ‘kumat’. Jgn buru-buru menyarankan org utk dibaptis, sblum kita yakin dia telah mengalami pertobatan. Soal beragama Kristen hanyalah status dlm bermasyarakat dan bernegara, tp pertobatan tdk boleh dipaksakan atau dipalsukan. Dibaptis sbg syarat menikah, inipun sebuah pelecehan atas nilai dr baptisan di dlm Tuhan. Jgn memanfaatkan aktivitas rohani guna keuntungan pribadi