Senasib Sehati

DI 12042017 
Matius 9:28 

  • Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” 

Kelihatannya jwban 2 org buta ini biasa saja, tp coba renungkan, kita saja yg tdk buta blm tentu bisa percaya ttg apa yg kita dengar, lihat sndri baru percaya. 
Apa jadinya kalau jwban 2 org buta ini ternyata berbeda, yg satu bilang percaya, yg satunya lg masih ragu apakah Yesus dpt menyembuhkan kebutaannya? Tapi mrka berdua sepakat mengucapkan jwban yg sama. Mgkin scra logika mrka jwb demikuan krna keinginan kuat mrka utk dpt melihat kembali, atau memang mrka berdua punya iman yg sama ttg Yesus. 
Ayat selanjutnya mengungkap fakta bhw mrka punya iman, darimana iman mrka timbul, pdhal mrka buta, tdk pernah melihat langsung Yesus melakukan mujizat? 
Keinginan yg kuat bisa memicu iman seseorg menguat, apalg ada org lain yg mengalami nasib yg sama, hanya ada 2 kemungkinan, saling menguatkan atau justru melemahkan salah satunya. Yg terjd adalah ternyata kedua org ini saling menguatkan satu sama lain shga kesehatian mrka muncul dan mrka mengerti apa arti sepakat. Hasilnya iman mrka membuat keinginan mrka terwujud atas seizin Tuhan. 
Iman bkn sesuatu yg timbul otomatis, suasana hati bs membuat iman dlm keadaan ‘naik turun’ dan ‘kuat lemah’. Bgmna kita menyikapi situasi yg sdg terjd sangat mempengaruhi kondisi iman kita, salah respon dpt melemahkan iman kita. Pendpt org bs membuat kita ragu apakah Tuhan ingin memulihkan kita atau tdk, jgnlah bergaul dg org yg tdk mengenal Tuhan scra utuh, mengutip ayat Alkitab bkn berarti selalu ayat itu memang Tuhan peruntukkan bagi kita. Lebih baik bnyk berdoa dan dengar suara Tuhan. Dengarkan nasehat itu baik, tp lebih baik mendengar apa yg Tuhan katakan ttg situasi yg sdg kita hadapi. 
Sepakat butuh kesehatian dan saling mengerti, belajar utk sepakat itu tdk mudah 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.