Menjalani Penderitaan 

DI 20042017 
2 Timotius 3:12 KJV 

Yea, and all that will live godly in Christ Jesus shall suffer persecution. 

  • Ya, dan semua yang ingin hidup saleh di dalam Kristus Yesus akan menderita penganiayaan. 

Menjd saleh, bknkah itu hal yg baik, tapi mengapa org yg ingin saleh akan menderita aniaya? 
Kalau kita coba renungkan, mengapa org yg ingin hidup saleh justru dianiaya? Org yg justru ingin berbuat kebaikan, tdk ingin menjahati org lain, melakukan hal-hal yg sopan, dsbnya, malah dimusuhi dan dianiaya. Sbnarnya bkn mengenai hidup salehnya, tp krna nama Yesus Kristus yg melekat pd diri kita, inilah yg perlu kita sadari. 
Surat Petrus pd Timotius didasari oleh sejarah pd zaman itu. Timotius bknlah org Yahudi tulen, inilah yg membuat posisinya sulit. Org Yahudi menuntut bagi mrka yg telah menjd keturunan akibat ‘pernikahan campuran’ antara org Yahudi dg non Yahudi, bila ingin kembali, hrs mengikuti semua aturan dlm hukum Taurat, jika tdk mau mengikuti, maka ada sanksi sosial yg diberlakukan. Sedangkan bagi org non Yahudi yg percaya pd Kristus, mrka tdk hidup menuruti hukum Taurat, tetapi mengikuti pengajaran para rasul Tuhan. Di sinilah tarik menarik antara mengikuti hukum Taurat atau pengajaran para rasul. 
Menderita aniaya bkn sekedar dianiaya scra fisik, tp juga scra mental dan kejiwaan. Mgkin kita pernah merasakannya dlm beragam situasi, kita spt ‘ditarik’ utk keluar dr jalur hidup benar di hadapan Tuhan, masuk ke jalur kehidupan agamawi, sekedar melakukan hukum agama tanpa punya hubungan yg intim dg Tuhan. Atau kita ditekan utk menyangkal iman kita pd Kristus, diperlakukan tdk adil dan diintimidasi. Apa reaksi kita? 
Penderitaan menghasilkan pengenalan akan Tuhan yg lebih mendalam, melalui penderitaan, kita melihat kuasa Tuhan itu nyata, iman bkn lg sekedar berteori tp praktek nyata. Dlm penganiayaan ada sesuatu peningkatan yg Tuhan kerjakan dlm diri kita, hal-hal buruk mulai Tuhan pisahkan dr diri kita shga kita dimurnikan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.