Hidup BerTuhan

DI 29042017 
Yohanes 12:5 

  • “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 

Kita hrs mengerti hal ini bhw ada yg menjd hak-Nya Tuhan, ada yg menjd berkat bagi org lain. Dlm kisah ini Yudas Iskariot mempertentangkan keduanya. 
Yg diperlukan di sini adalah pengertian ttg apa yg menjd hak-Nya Tuhan. Berbuat baik bagi org lain dan org miskin itu mudah kita pahami, bahkan org yg tdk bertuhan pun bisa melakukan amal dan kegiatan sosial, menolong org miskin, dsbnya. Jadi ini ttg bgmna kita mengenal Tuhan sesuai dg keTuhanan-Nya, mampu mengetahui apa yg memang hrs kita lakukan utk Tuhan. Bukan sekedar tahu perintah dan larangan-Nya, ketika kita melakukannya dg tepat, Tuhan disenangkan. 
Pemahaman agama pd umumnya bertumpu pd perbuatan baik seseorg selama dia hidup, kalau lebih bnyk jumlahnya diharapkan bs menghapus dosa yg diperbuat. Didorong utk rajin berbuat baik, pdhal dlm keKristenan berbuat baik itu bkn utk menghapus dosa, tp sbg sebuah bukti bhw kasih Kristus ada di dlm kita, dosa tdk bs dihapus dg bnyk berbuat baik, tp melalui kemenangan Yesus atas maut. 
Org yg tdk bertuhan tdk mengerti mengapa kita sbg org percaya mengutamakan Tuhan. Mnrut mrka yg kita lakukan adalah sia-sia, mrka beranggapan bhw hidup mrka akan selalu baik selama mrka bnyk berbuat baik, tentu ini sejalan dg hukum tabur-tuai, tp hidup bkn sekedar di dunia ini, ada kehidupan kekal yg menanti setiap kita. 
Jgn juga sebaliknya, bagian utk memberkati org lain malah kita berikan utk Tuhan dg alasan rohani: 
Lukas 20:25 

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Tuhan apa yang wajib kamu berikan kepada Tuhan!” 
Kita bkn sekedar hidup bersosial dan bermasyarakat, tp jg hidup berTuhan dan membangun kerohanian kita, bkn saja hrs beramal tp jg memberi apa yg menjd milik-Nya Tuhan, hrs adil dan seimbang 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.