DI 04052017
Lukas 17:16
- lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
Org Samaria adalah warga kelas 2 setelah org Yahudi, krna adanya perkawinan campur org Yahudi dg bangsa lain, sementara org Yahudi sndri sangat menjaga ‘pohon’ atau silsilah kehidupannya tetap murni sbg org Yahudi.
Bnyk kisah dlm kitab Injil mencatat bhw justru bbrpa org bukan Yahudilah yg punya iman yg besar dan ternyata bersikap lebih baik drpd org Yahudi sndri. Misalnya iman yg besar seorg perwira/pegawai istana (Matius 8:5-10), seorg perempuan Yunani (Matius 15:26-30), dan yg lainnya. Pdhal org Yahudi sndri sejak kecil sdh dididik dg baik ttg hukum Taurat, tp iman bkn sekedar jd ahli kitab, tp ttg pengalaman bersama Tuhan.
Bnyk kita temui org-org yg sederhana, bkn ahli teologia, bkn pendeta, bkn org yg populer, justru mrka memiliki iman yg teguh dan nyata dlm hidupnya. Sementara para ahli teologia sibuk merumuskan apa itu iman, org-org yg sederhana ini justru sdh mempraktekkannya dlm hidup sehari-hari. Org-org ini mgkin saja hanya jemaat biasa, hanya pengerja gereja biasa bahkan mgkin seorg anak kecil yg polos, berdoa to the poin tapi lgsg Tuhan kerjakan apa yg didoakan.
Dlm hal berterimakasih, org yg sederhana lebih mudah menghargai kebaikan org lain. Misalnya, seorg yg kaya mentraktir mkn seorg yg sederhana, makan mie ayam seharga 40 ribu, org yg ditrakrir merasa senang makan mie 40 ribu krna dia biasa mkn mie 15 ribu. Tp bagi si org kaya ini, makan mie 40 ribu itu biasa saja, ketika org lain mentraktir dia mie yg sama, rasa terimakasihnya biasa saja, krna dia sndri bs membelinya.
Jgn sampai kita melupakan segala kebaikan Tuhan, apakah itu dlm hal yg besar atau kecil. Jgn sampai kita terlena dg pemberian Tuhan hingga lupa berterimakasih dan bersyukur. Jgn sampai berkat yg kita terima justru menjauhkan kita dr Tuhan. Kuasai diri dan ingatlah bhw semua itu krna Tuhan yg mengasihi kita