Siapa Tuhannya? 

DI 03052017 
Lukas 16:14 NKJV 

Now the Pharisees, who were lovers of money, also heard all these things, and they derided Him. 

  • Sekarang para Farisi, mereka yang adalah pecinta uang, juga mendengar semua hal ini, dan mereka mencemooh Dia. 

Para Farisi adalah org-org dr golongan nabi dan ahli Taurat yg memisahkan diri mrka dr para nabi dan ahli Taurat yg lainnya, mrka menempatkan adat istiadat nenek moyang di atas hukum Taurat. 
Dlm ayat ini, para Farisi diberi keterangan tambahan yaitu pecinta uang. Uang memang tdk mengenal kasta, jabatan, usia, agama, dsbnya, setiap org jika tdk bs mengendalikan diri bs terpikat oleh uang dan kekuasaan. 
Org yg meneliti dan mempraktekkan Taurat namun ternyata bs menjd pecinta uang, pdhal meneliti ttg keTuhanan dan hukum-hukum-Nya. Kalau dibandingkan dg zaman skrg, org yg rajin baca Alkitab, taat melakukan hukum Tuhan, tp serakah sekali, semua dinilai dg uang. Inilah akibat jika menganggap Firman Tuhan sekedar pengetahuan tanpa mau hidupnya diubah oleh kuasa Firman-Nya. Kelihatannya rohani sekali pdhal munafik, jgn sampai kita menjd spt org Farisi, luarnya bagus, dlmnya buruk. 
Cinta uang itu hrs dilawan dg mencintai Tuhan dg segenap hati, tdk ada yg kebal dg godaan uang, tp kita bs menang atas godaan cinta uang jika kita tdk menempatkan uang di posisi tertinggi dlm hidup kita. Jgn ukur sgla sesuatu dg uang, kesuksesan bkn sekedar kaya, tp sukses dlm semua area kehidupan. Perlakukan org jgn krna sedikit bnyk hartanya, jgn menjd serakah shga merusak kehidupan org lain, kalau uang sdh menguasai kita, sifat baik kita perlahan-lahan ‘lumpuh’ dan cara pandang kita mulai berubah, hingga akhirnya uang bs menjauhkan kita dr Tuhan, akhirnya bkn masuk surga, tp neraka. Mau hidup kekal di surga atau neraka? Jgn mencintai uang, tp cintailah Tuhan dg segenap hati. 
Menjd religius itu baik, jika tdk seimbang maka religius berubah jd munafik, Tuhan tdk ingin kita menjd munafik 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.