DI 10062017
1 Petrus 4:7 KJV
But the end of all things is at hand: be ye therefore sober, and watch unto prayer.
- Tapi akhir dari segala sesuatu sudah dekat, karena itu jadilah tenang dan berjaga-jaga sampai berdoa.
Bnyk dr kita merasa sulit utk konsentrasi saat berdoa, shga kehilangan bnyk hal penting yg seharusnya kita peroleh dr Tuhan krna doa itu komunikasi 2 arah dg Tuhan.
Rasul Petrus memberi nasehat bgmna caranya spya waktu doa kita menjd waktu yg berkualitas dg Tuhan. Berdoa itu butuh persiapan. Seringkali org terjebak dlm keagamaan yg semu, berdoa itu menjd sebuah ritual.
Misalkan kita menjadwalkan berdoa jam 7 malam, jam 6.30 kita masih nonton tv, selesai jam 6.50. Ketika doa jam 7 masih terbayang apa yg kita tonton. Atau dlm kasus lain, jam 6 tiba-tiba kita ada sedikit ribut dg suami/istri, maka ketika berdoa jam 7, hati masih dongkol, marah, pasti akan sulit berdoa.
Apa yg hrs kita lakukan sbg persiapan utk berdoa? Ayat ini mengajar utk membuat diri kita tenang. Ini berarti kita hrs menjaga diri dr sesuatu yg bisa mengganggu kita saat nanti berdoa. Jgn mudah tersinggung, jgn kebanyakan ngobrol, jgn sibuk main games dan medsos di handphone kita, dsbnya. Ini kelihatannya sepele, tp renungkan, kalau pikiran kita sdh penuh dg hal-hal lain, bgmna bs yg dr Tuhan bs masuk dlm pikiran dan hati kita. Hrs tersedia ‘ruang’ yg cukup utk bs menampung sesuatu yg Tuhan berikan sewaktu kita berdoa. Pikiran yg ruwet sulit menerima jwban doa dr Tuhan. Tak heran bnyk org sulit mendengar suara Tuhan, bkn karena tdk peka, tp tdk mempersiapkan dirinya saat berdoa.
Saat ingin berdoa, hati kita hrs teguh, jgn bimbang dan bingung. Itulah gunanya kita menguasai diri, kitalah yg mengendalikan seluruh anggota tubuh, pikiran dan hati kita, bkn situasi atau org lain yg mengendalikannya. Baik atau buruknya situasi yg kita alami, tetaplah berdoa. Doa tdk boleh dipengaruhi oleh ‘mood’ atau suasana hati. Doa bs mengubah keadaan