DI 09062017
Amsal 19:18
- Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.
Anak yg nakal, suka melawan, pemberontak, tdk menghormati org tua, suka bikin gara-gara, bikin malu orgtua, memang harus dihajar, bkn sekedar diajar.
Bgmna cara yg benar menghajar anak yg demikian? Dlm bahasa Inggris, kata hajar digunakan kata ‘chasten’ yg punya makna : menegur, menahan diri, berusaha mengendalikan, memonitor.
Jadi makna menghajar di sini bukan dlm pengertian menggebuk dg penuh amarah, memukul atau memberi hukuman fisik lainnya. Dg hukuman fisik tdk menjamin si anak akan berubah dan kapok, malah bs timbul dendam di masa dewasanya. Jgn sampai nanti si anak mati karena disiksa berlebihan oleh orgtuanya. Hukuman itu perlu diimbangi dg disiplin dan kasih, jika tdk maka sangat berbahaya efeknya.
Mulailah dg sebuah teguran, beritahu apa kesalahannya, kemudian tenangkan situasi selama proses komunikasi berlangsung, usahakan mengendalikan tingkah laku si anak, jika perlu memberikan hukuman fisik, lakukan dg penuh pengendalian diri, kalau sdg terpancing amarah, sebaiknya jgn lakukan hukuman fisik, bs fatal akibatnya. Selanjutnya trs memonitor kehidupan anak kita.
Selama ada harapan, berarti ada kesempatan utk membuat anak yg nakal kembali menjd baik. Sbg orgtua hrs berpikiran luas, perdalam pengetahuan ttg bgmna mendidik anak scra benar. Bawa dlm doa setiap hr, di dlm Tuhan ada jln keluar dan solusi dr setiap masalah. Yg paling penting adalah orgtua hrs menjd teladan, jgn sampai anak menemukan kemunafikan kita, percuma saja semua yg kita ajarkan jika kita sndri tdk mempraktekkannya. Cari tahu penyebab mengapa si anak menjd nakal sekali, kalau ada kesalahan dr pihak orgtua, maka hrs diselesaikan. Pantau lingkungan pergaulan anak kita, pantau isi gadget anak kita, dlm dunia maya bnyk konten yg isinya negatif, jgn sampai itu merusak anak kita.
Mendidik anak perlu disiplin yg diimbangi dg kasih