Tuhan Melakukan Lebih

DI 17062017 
Kisah Para Rasul 3:2 

  • Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Tuhan. 

Seorg lumpuh sejak dr kandungan ibunya tentu menganggap keadaan dirinya itu sbg sebuah ‘takdir’ yg hrs dia jalani. Berpikir bs sembuh mgkin hampir tdk pernah, shga dia hanya melakukan meminta-minta sedekah dr org lain. 
Nasibnya berubah ketika rasul Petrus dan Yohanes dtg dan bertemu dg dia, awalnya cuma meminta sedekah, tp ternyata malah dia mengalami kesembuhan dr kelumpuhannya. Sesuatu yg lebih dr uang yg bnyk, dia mengalami mujizat kesembuhan. 
Tdk ada takdir dlm iman Kristen, ketika Tuhan menyentuh hidup seseorg maka keadaannya bs berubah terbalik. Keadaan yg kita alami itu sementara sifatnya, jd jgn pasrah menerima nasib, masih ada Tuhan yg bs mengubah nasib kita ketika Dia menginginkannya. Itulah sebabnya ada pengharapan di dlm Tuhan, dan Dia bs pakai siapapun utk menyatakan kemuliaan-Nya di dlm hidup kita. 
Hanya minta sedekah tp justru mengalami kesembuhan, Tuhan memberi lebih dr yg diminta. Jgn batasi iman kita dg kemustahilan yg ada, walaupun mgkin skrg blm mengalami perubahan, pd waktu-Nya Tuhan, hanya butuh wkt yg sedikit Tuhan mengubah semuanya. Ketaatan pd Firman Tuhan menjd awal sebuah mujizat Tuhan terjd dlm hidup kita. Utk taat maka kita hrs percaya pd Tuhan, itulah yg membuat iman kita timbul dan membesar. Bkn cuma beriman dan taat, ada sesuatu yg hrs kita lakukan sesuai dg apa yg Tuhan perintahkan. 
Kalau kita kehilangan pengharapan, iman kita berarti sdh mengecil atau ‘lumpuh’, sulit percaya akan mengalami perubahan nasib. Drpd pasrah, bknkah lebih baik berharap pd Tuhan? Perlu kesabaran utk menantikan waktu Tuhan, krna mgkin saja itu terjd di waktu yg tdk kita duga, tiba-tiba saja kesempatan itu muncul 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.