Mengapa Jadi Jahat?

DI 16062017 
2 Tawarikh 12:14 NKJV 

And he did evil, because he did not prepare his heart to seek the Lord. 

  • Dan dia berbuat jahat, karena dia tidak menyiapkan hatinya untuk mencari Tuhan. 

Benarkah bahwa baik atau jahatnya seseorg itu ada faktor dr bawaan lahir? Bgtu mulai menjd besar dan dewasa maka mulai kelihatan sifat-sifat jahatnya. Sptnya anggapan ini tdk benar. 
Mnrut ayat ini, seseorg menjd jahat disebabkan karena org itu tdk menyiapkan hatinya utk mencari Tuhan. Mencari Tuhan beda dg memiliki agama atau kepercayaan. Mencari Tuhan tdk selalu sama dg dtg ke tempat ibadah. Mencari Tuhan itu perlu persiapan hati. Disiapkan utk apa? 
Kalau seseorg ingin mendaftar masuk di sebuah sekolah, maka bnyk hal yg hrs dipersiapkan, misalnya uang, fotocopy surat-surat yg diperlukan, dtg pada wkt yg telah ditentukan. Stlah tiba di lokasipun hrs menunggu giliran utk dilayani. Jadi perlu disiapkan jg waktu yg cukup spya proses pendaftaran ini selesai dg sempurna. 
Mencari Tuhan tentu saja bkn bcra ttg Tuhan ada di mana, jelas Tuhan ada di surga, Dia omnipresen, mahahadir, ada di mana-mana. Pertanyaannya, utk urusan apa kita ingin bertemu Tuhan? Bnyk org sekedar dtg ke tempat ibadah namun tdk bertemu dg Tuhan. Mencari Tuhan itu butuh wkt dan usaha, jd hati perlu disiapkan spya tdk mengeluh dan tawar hati. 
Menolak utk bertemu Tuhan dipandang sbg sesuatu yg jahat oleh Tuhan. Bnyk org merasa tdk butuh Tuhan dlm hidupnya, mulutnya berkata percaya Tuhan tp dlm hatinya justru tdk percaya. Lebih mengandalkan diri sndri dan kemampuan manusia drpd tunduk pd kedaulatan Tuhan. Kesombongan itu pijakan utk seseorg berubah menjd jahat. Kekuasaan dan kekayaan bs membuat org bertindak semena-mena terhadap org lain, bahkan menganggap dirinya sndri sbg tuhan. 
Carilah Tuhan dg hati yg siap, siap diselidiki Tuhan, siap ‘dibongkar’ yg buruk dr hati kita, siap utk mulai taat pd hukum Tuhan, tdk menyombongkan diri, mau dibentuk dan diubahkan oleh Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.