Membedakan Tangan

DI 01082017 
Yunus 4:11 KJV 

And should not I spare Nineveh, that great city, wherein are more than sixscore thousand persons that cannot discern between their right hand and their left hand; and also much cattle? 

  • Dan haruskah Aku tidak menyayangkan Niniwe, kota besar itu, yang di dalamnya lebih dari 120.000 orang yang tidak dapat melihat antara tangan kanan mereka dan tangan kiri mereka; dan juga ternak yang banyak? 

Kebobrokan hidup penduduk kota Niniwe digambarkan dg tdk mampu melihat adanya perbedaan antara tangan kanan dg tangan kiri. Anak kecil sajapun bs membedakan antara keduanya. Tentu ini bkn tangan scra fisik. 
Yang dihasilkan tangan adalah perbuatan dan pekerjaan. Tangan kanan itu menggambarkan perbuatan yg baik, mulia dan sopan. Jd yg Tuhan maksud adalah penduduk kota Niniwe tdk mampu membedakan mana yg baik dan mana yg tdk baik. Penyebabnya adalah tdk ada hukum yg berlaku, kalaupun ada, hukum itu tdk dihormati, semua org bebas melakukan apa saja yg mnrutnya benar. 
Zaman skrgpun bnyk ‘org Niniwe’ di kalangan org Kristen. Sdh tahu Alkitab melarang, tp dilakukan jg, berlagak ‘belum tahu’. Wkt ibadah, bknnya mendengar khotbah, sibuk dg smartphonenya. Waktunya utk berdoa di rumah, malah sibuk ini itu. Disuruh baca Alkitab, alasannya bnyk, sehingga bnyk hal yg tdk diketahui ttg kerohanian dan hukum Tuhan. 
Org yg punya hubungan baik dg Tuhan, Dia taruh ‘alarm’ dlm hati mrka. Ketika ada godaan utk melakukan dosa, alarm itu berfungsi, jika diresponi, kita bs terhindar melakukan dosa. Org yg tdk punya hubungan baik dg Tuhan, ‘alarm’nya sdh tdk berfungsi, tepatnya sengaja dimatikan fungsinya, dulu masih takut berbuat dosa, skrg justru dosa yg dilakukan itu dianggap hal yg wajar, bkn cuma mrka kan yg lakukan, bnyk org jg lakukan yg sama. Pembenaran diri sndri membuat yg dosa menjd hal yg wajar, bahkan dianggap Tuhan saja ‘diam’. 
Jgn menganggap Tuhan ‘menutup mata’ atas dosa kita, Dia perhatikan semua perbuatan kita 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.