Jangan Sembarangan Bicara

DI 03082017 
2 Raja-raja 2:23-24 

Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: “Naiklah botak, naiklah botak!”

Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak. 
Kalau cuma membaca kisah ini, apakah tak berlebihan nabi Elisa sampai mengucapkan kutuk pada 42 org muda yg meneriakkan sesuatu pd dia? 
Kita hrs paham ttg makna ‘kepala botak’ di zaman itu, kebotakan dianggap sesuatu yg buruk, sebuah penghinaan, kepala botak juga melambangkan org itu seorg yg kena sesuatu yg najis (Bilangan 6:5-19). 
Mencukur rambut di kepala zaman itu jg sbg suatu yg lazim dilakukan oleh para org kudus (Kamus Browning) dan jg cukuran kepala sbg tanda kenabian (Ensiklopedia Alkitab). Jadi sbnarnya Elisa tdk dlm keadaan najis, tp malah baru saja menerima mandat sbg pemimpin para nabi menggantikan Elia. Ini yg hrs dipahami. Sembarangan mengejek nabi Tuhan dg mengatai dia seorg yg najis, sangat fatal akibatnya, dianggap spt lgsg mengatai Tuhan. 
Mgkin kita menganggap Elisa berlebihan dan kejam, harap bc ayatnya dg baik. Elisa hanya mengucapkan kutuk pd org-org muda itu, tp siapakah yg menggerakkan 2 beruang itu keluar dan mencabik-cabik 42 pemuda itu? Tuhan membela nabi yg diurapi-Nya. 
Jgn kita mengejek org krna penampilan luarnya, tp lihatlah penyertaan Tuhan dlm hidupnya. Spt Tuhan yg melihat hati, kita jg hrs belajar utk jgn sekedar menilai org dr ‘luarnya’ saja, krna jika org itu diberi Tuhan otoritas, Tuhan yg lgsg membelanya, dan jgn kaget bila terjd sesuatu yg buruk krna Tuhan murka, mana bs kita bertahan menghadapi murka Tuhan? Stop menghakimi org lain, itu area otoritas penuh Tuhan. Lebih baik kita lebih memperhatikan bgmna kita hidup, mengoreksi kesalahan dan tingkatkan kualitas 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.