Menerima Itu Baik

DI 04082017 
Kisah Para Rasul 20:35 NKJV 

… And remember the words of the Lord Jesus, that He said, ‘It is more blessed to give than to receive.’ ” 

  • … Dan ingatlah firman-firman Tuhan, yang Dia katakan: “Adalah lebih diberkati untuk memberi daripada untuk menerima.” 

Sadarkah kita selama ini telah salah memahami ttg memberi dan menerima? Akibatnya kita menjd org yg sombong dan ketika Tuhan menegur kita, rasa malu yg kemudian muncul. 
Memberi itu memberkati atau diberkati dr ayat yg kita baca ini? Ternyata memberi itu diberkati, bkn memberkati. Adalah lebih diberkati untuk memberi … Jelas memberi itu bkn memberkati tp justru diberkati. Kalau kita diberkati, artinya ada yg memberikan kita berkat, tentunya Tuhanlah yg memberi kita berkat. Jd justru ketika kita memberi, justru kita sdg menerima sbnarnya. 
Kita memberi krna kita diberkati Tuhan, di satu sisi memang benar, bgmna mgkin kita memberi kalau kita tdk punya sesuatu utk diberi, artinya kita telah menerima dulu dr Tuhan. Tapi di sisi lain, justru menjd keliru pemahaman di atas, kalau kita dlm posisi yg menerima, kita sdg dlm keadaan perlu berkat (sbnarnya tdk diberkati maksudnya), tdk bs memberi krna tdk punya, krna tdk punya berarti sdg dlm keadaan ‘tdk diberkati’. 
Sebagian org yg salah memahami ini ternyata tdk menyadari bhw dirinya menjd sombong, pokoknya hrs memberi, kalau diberi rasanya malu, berada di posisi ‘bawah/kekurangan’. Sombongnya di mana? 
Misalkan ada 2 org yg bersahabat, yg seorg kaya, yg satu lg sederhana. Si kaya terbiasa senang memberi pd sahabatnya, namun ketika sahabatnya ingin memberi sesuatu kpdnya, dia menolak krna berpikir sayang uang sahabatnya terpakai buat beli sesuatu itu. Kelihatannya rasional, masuk logika, tp satu hal: dia tdk memberi kesempatan sahabatnya yg sederhana itu utk memberi, bknkah ini sebuah bentuk kesombongan? 
Memberi dan menerima, itu sama-sama diberkati Tuhan, kita hanya penyalur berkat Tuhan bagi org lain 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.