Merusak Diri Sendiri

DI 25082017 
2 Tawarikh 26:16 

  • Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan. 

Punya kerinduan utk menjd org yg ‘rohani’ tentu hal yg baik, spt kisah kehidupan raja Uzia, kita temukan bhw dia berhasil menjd ‘rohani’, tapi justru di level inilah dia gagal dan jatuh. 
Awalnya raja Uzia melakukan yg benar di mata Tuhan, kerajaannya kokoh bahkan dia menerima upeti dr bbrpa wilayah, hidupnya ada di puncak kesuksesan, namun dia mulai berubah terhadap Tuhan. Saat dia merasa kuat, dia mulai berani terhadap Tuhan. 
Seberapa bnyk org spt raja Uzia, saat menjd org sukses dan terhormat, memiliki segalanya, disegani bnyk org, merasa dekat dg Tuhan, di sinilah rasa hormat akan Tuhan mulai hilang. Tak jarang org mulai memikirkan apa yg sbnarnya tdk boleh dilakukan, dg modal kekuasaan dan posisi tinggi, melegalkan dirinya melakukan yg sbnarnya tdk boleh dan itu akan Tuhan nilai sbg sebuah pemberontakan. Bahkan tdk lg hormat pd org yg menegur dan memperingatkannya. Dlm pikirannya dia berpikir bhw tak boleh ada org yg menyalahkan saya, terserah saya mau lakukan apapun, tdk boleh menilai saya salah, saya ini pegang otoritas, semua hrs mrmatuhi saya, tak boleh melarang saya. 
Ketika kita kuat dan rohani, kita mulai tanpa sadar merasa bhw kita ‘selevel’ dg Tuhan, inilah kesombongan dan Tuhan tdk menyukainya. Raja Uzia mengalami kusta di dahinya shga dia hrs dikucilkan. Tuhan yg mengangkat, Dia jg yg berkuasa menurunkan. Seseorg yg merasa berhak lakukan yg dia anggap baik, bahkan melanggar Firman Tuhan sekalipun, tak ada rasa takut lg, bahkan merendahkan org lain, sdh memposisikan diri berdiri di dpn meja pengadilan Tuhan. Ketika kekudusan Tuhan dinyatakan, siapa yg dpt bertahan, semua terbuka, keadilan-Nya dinyatakan bahkan vonispun bs Dia berikan seketika. Jgn anggap Tuhan itu bs diajak kompromi.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.