Impartasi Karunia

DI 30082017 
Roma 1:11 KJV 

For I long to see you, that I may impart unto you some spiritual gift, to the end ye may be established; 

  • Karena aku merindukan untuk menemuimu, supaya aku dapat memberi padamu beberapa karunia rohani, sampai akhir kamu bisa ditegakkan. 

Kata impartasi sangat populer di kalangan gereja beraliran kharismatik, dimaknai spt ‘berbagi’ sesuatu, apakah itu urapan atau karunia roh. 
Apakah karunia rohani itu bs diimpartasikan? Dari ayat yg kita baca jelas dikatakan bhw rasul Paulus ingin mengimpartasikan bbrpa karunia rohani pd org-org kudus di Roma. Tujuannya adalah spya mrka bs teguh sampai akhir. Jd peran dr karunia rohani ini adalah meneguhkan org yg memilikinya. 
Hubungan antara kerohanian dan kehidupan sehari-hari jelas tdk dpt terpisahkan. Org akan menilai kita dr apa yg kita katakan, sikapi dan perbuat, ini bergantung pd baik buruknya kerohanian seseorg. Org yg berkata kotor pasti kerohaniannya terganggu, org yg pemarah pasti kerohaniannya ada masalah. Kerohanian hrs dilengkapi dg karunia rohani spya kerohaniannya bertumbuh shga membw dampak baik pd karakter, sikap dan kepribadian seseorg. 
Bnyk hal yg bs membuat kerohanian kita terganggu, bs faktor dr luar maupun dr dlm, karunia rohani inilah yg menopang kerohanian kita. Apa saja karunia rohani itu? Rasul Paulus menjelaskannya kemudian dlm 1 Korintus 12:1-11, yg kita kenal sbg 9 jenis karunia Roh. Roh Kuduslah yg memberikan pd setiap org karunia rohani sesuai dg keinginan-Nya dan kapasitas org yg akan menerimanya. Atas seizin Tuhan, karunia rohani ini bs diimpartasikan pd org-org yg ditentukan Tuhan utk menerimanya. Ini terjd atas dorongan Roh Kudus utk melakukannya, jd tdk bs atas keinginan manusia sndri. 
Jgn biarkan kerohanian kita mengalami kemunduran, waspada dg hal apapun yg bs merusak kerohanian setiap kita. Mulai dr penyembahan berhala, kemajuan teknologi, ikatan dosa, kehidupan masa lalu yg buruk, dsbnya. Hrs dipulihkan terlebih dahulu 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.