Siksaan Jiwa 

DI 31082017 
2 Petrus 2:8 

  • sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa — 

Jiwa yg tersiksa sangat mengganggu hidup setiap kita, membuat tdk tenang, jengkel, marah, dsbnya. Tp siksaan jiwa yg dialami Lot jenisnya berbeda. 
Luar biasanya hidup Lot jarang disebut dlm pembahasan krna tertutupi oleh kisah hubungan ‘incest’nya dg kedua putrinya. Namun dlm ayat ini, Lot disebut sbg org benar, dan dia tinggal di tengah-tengah org fasik kota Sodom dan Gomora. Tdk mudah hidup spt Lot. 
Bnyk org yg tdk tahan dg godaan dan pengaruh buruk lingkungannya, ada yg mengikuti gaya hidup duniawi, meremehkan dosa hingga tak jarang ada yg meninggalkan iman pd Kristus. Tapi Lot memang luar biasa, tetap menjd org benar sekalipun jiwanya tersiksa melihat dan mendengar perbuatan org-org Sodom dan Gomora. 
Lot sekian lama mengikuti Abraham, pamannya, jd ada bnyk teladan Abraham yg Lot pelajari dan ikuti. Setelah berpisah dg Abraham, dia tetap memilih hidup benar di hadapan Tuhan. Tak salah ada kalimat yg berkata: dg siapa kita menghabiskan bnyk wkt, sifat dan gaya hidup org itu bs ‘menular’ pd kita. 
Lot bkn org sempurna, bnyk kesalahan yg tercatat dlm Alkitab, namun dia tetap terhitung sbg golongan org benar. Dia mampu menahan diri berbuat dosa sekalipun bnyk kesempatan utk melakukannya. Abraham tdk bersamanya, tak ada org yg akan menegurnya jika ia berbuat dosa, krna dosa telah dianggap suatu yg biasa. Jiwa Lot tersiksa, jengkel melihat semuanya. Dia tdk berhasil membw pengaruh baik bagi lingkungannya. 
Mgkin rasanya persis spt saat kita memberitakan Injil tp org-org menolak dan menertawakan kita, maksud baik tp malah diabaikan. Jgn pernah berhenti menjd org benar, ada manfaatnya. Lot diselamatkan dr pembinasaan Sodom dan Gomora krna hidupnya benar. Tak sia-sia hidup benar di hadapan Tuhan sekalipun tak ada org yg mensupport.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.