Bersandar dan Percaya

DI 12102017 
Amsal 3:5 

  • Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Sesuatu yg disandarkan bertujuan agar tdk jatuh dan bs terletak dg baik. Bersandar itu bs jg diartikan ‘menjatuhkan diri’ di atas atau pd sesuatu yg dijadikan tempat sandaran. 
Manusia bs salah dan gagal mengerti akan bnyk hal. Misalnya perceraian terjd krna salah satu pihak atau keduanya gagal memahami karakter dan sifat pasangan hidupnya. Timbul ketdk cocokan yg berkembang menjd konflik hingga berujung pd niat utk bercerai. Sesuatu yg dahulu dianggap benar di kemudian hari bs berubah menjd salah, atau sebaliknya. Inilah bukti keterbatasan cara manusia mengerti akan sesuatu. 
Terlalu percaya diri bs membuat seseorg justru menjd bodoh, tdk mau mendengar saran dan nasehat dr org lain, krna merasa diri pny bnyk pengalaman dan lebih ‘senior’ dr yg lain. Pengalaman tdklah selalu membuat kita lebih bijak dan waspada, sebaliknya justru kita merasa yg kita yakini itu benar, pasti sama spt yg pernah terjd, atau kita merasa sanggup utk mengendalikan situasi. Nsmun hasilnya seringkali adalah penyesalan dan membodohi diri sndri. 
Percayalah pd Tuhan dg segenap hatimu, termasuk dlm hal bgmna kita mengatasi masalah yg sdg terjd. Mau pakai cara Tuhan atau cara kita? Mau ikut waktunya Tuhan atau perhitungan wkt kita? Mau trs diajari Tuhan atau mengikuti jln pikiran kita sndri? Rasional bkn berarti menolak yg supranatural dr Tuhan. Utk sesuatu yg mustahil kita butuh mujizat dan terobosan dr Tuhan. Ada hal-hal yg di luar batas kemampuan kita dan hanya Tuhan saja yg sanggup melakukannya. Percayakan pd Tuhan, ikuti petunjuk-Nya, setia dan tekun melakukan bagian yg hrs kita lakukan, sabar dan jgn putus asa, ingat pasti Tuhan penuhi janji-Nya pd kita. 
Tak ada yg menandingi Tuhan dlm hal apapun jg, knp kita masih ragu utk percaya? Alami pengalaman bersama Tuhan, iman kita akan bertumbuh dan menjd kuat, menjd lebih bijak.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.