DI 16102017
Lukas 15:7
- Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
Nilai sukacita sebuah pertobatan dinilai melebihi sukacita org yg hidup benar, sama-sama membuat Tuhan senang, tp seorg berdosa yg bertobat membuat Tuhan lebih senang lagi.
Siapakah org benar itu? Doktrin umum yg berlaku adalah org berdosa yg bertobat, diampuni dan dibenarkan oleh Tuhan. Namun ayat ini menjelaskannya lebih detail: org benar tdk perlu pertobatan.
Kalau tdk perlu pertobatan, berarti tdk berbuat dosa. Pada kenyataannya tiap org setiap harinya berjuang melawan godaan utk berbuat dosa, terkadang situasi yg berat menekan membuat seseorg tdk ada pilihan lain selain berbuat dosa utk menghindari sesuatu, terpaksa berbohong, terpaksa ambil jalan pintas yg salah, dsbnya. Jd sbnarnya setiap org masih butuh pertobatan, bgmna menghubungkan kedua pemahanan ini yg seakan-akan bertentangan satu sama lain?
Pertobatan dibutuhkan saat telah terjd sebuah perbuatan dosa, diawali oleh kesadaran bhw yg dilakukan itu dosa, ada penyesalan dan niat utk meninggalkannya. Knp berbuat dosa? Krna tdk berbuat apa yg benar, tetapi berbuat apa yg salah. Jd selama kita berbuat apa yg benar, tdk diperlukan pertobatan. Status kita utuh sbg org benar, bedanya dg org yg dibenarkan Tuhan adalah pertobatan yg membw seseorg kembali pd jalan yg benar, tp ini baru ‘dibenarkan’, utk menjd ‘org benar’ hrs disertai tindakan nyata, yaitu tdk lg melakukan yg salah, tp yg benar. Jd keduanya tdk bertentangan sbnarnya.
Pertobatan yg sungguh-sungguh membuat Tuhan bersukacita, namun Tuhan bs membedakan, mana pertobatan yg asli dan mana yg pura-pura. Org bs menyesal, tp blm tentu mau meninggalkan dosanya, pura-pura bertobat spya mendpt simpati dr org lain, tdk berasal dr hati, Tuhan tdk bs ditipu. Jgn pernah mempermainkan Tuhan