Ketika Aku Takut

DI 17102017 
Mazmur 56:3 NKJV 

Whenever I am afraid, I will trust in You. 

  • Kapanpun aku takut, Aku akan percaya di dalam-Mu. 

Yang ditakuti biasanya lebih besar, lebih kuat, lebih berkuasa, mengancam keselamatan, dsbnya, pilihan ada di tangan kita, mau terus dlm ketakutan atau memilih percaya pd Tuhan? 
Mengalami sesuatu yg baru membuat seseorg bs meragukan Tuhan, apa iya Tuhan bisa menolong saya? Mgkin jg kita berpikir: Tuhan menolong biasanya sdh sangat ‘kepepet’ baru Dia bertindak, nanti masalah keburu menjd lebih rumit dan sulit ditangani. Pikiran spt itu bs sangat membuat iman kita ‘lumpuh’ dan kita trs dikuasai oleh ketakutan. 
Penulis mazmur memilih utk percaya pd Tuhan di saat ketakutan, apa alasannya? 
Tetap dlm ketakutan tdk akan mengubah situasi menjd lebih baik, kita sdh ‘setengah menyerah’, hilang pengharapan dan tak berdaya berjuang lagi. Org yg tetap percaya pd Tuhan yakin bhw Tuhan sanggup menolongnya, yakin bhw dlm Tuhan ada jwban atas situasi yg terjd, Tuhan sanggup membuat ‘jalan’ dan terobosan. Tuhan sanggup melakukan yg mustahil, yg manusia tdk dpt lakukan, Dia mampu lakukan. 
Kuncinya terletak pd kualitas hubungan kita dg Tuhan, org yg tdk baik hubungannya dg Tuhan akan merasa Tuhan tdk akan mau menolongnya, Tuhan tdk mendengar doanya. Tp org yg intim dg Tuhan sadar bhw Tuhan memperhatikan yg sdg dia alami, Tuhan itu Bapa yg mengasihi anak-anak-Nya, tdk akan membiarkan mrka jatuh tergeletak, akan menjadikan semua anak-Nya menjd pemenang, menjd kepala dan bangkit dr keterpurukan. Di sinilah letak perbedaan antara org yg intim dg Tuhan dg yg tdk intim. 
Tuhan hadapkan kita dg masalah spya kita berkuasa atasnya, bkn malah ketakutan. Tetap percaya pd Tuhan walau apapun yg terjd. Dia tdk meninggalkan kita sndrian, Dia mengerti dan peduli. Ikuti petunjuk yg Dia berikan, kita akan dituntun-Nya menuju kemenangan dan kemuliaan-Nya. Taat dan setia, jgn menjauh dr Tuhan apapun yg terjd

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.