DI 10112017
Kisah Para Rasul 9:26
- Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid
Tentu sangat wajar jika para murid Kristus wkt itu tdk langsung menerima kehadiran Saulus mengingat dahulu ia adalah seorg yg ingin merusak kelompok org-org yg percaya pd Yesus, dan Saulus menyadari itu.
Dlm realita jemaat skrg ini, Saulus itu adalah gambaran dr org-org ‘bermasalah’ yg telah mengalami pertobatan, misalnya spt mantan narkoba, mantan napi, mantan preman, mantan pelacur, mantan penganut agama lain, dsbnya. Di satu sisi senang mengetahui mrka bertobat, di sisi lain masih ada sdkit kecurigaan, benarkah mrka telah sungguh-sungguh bertobat, atau ada tujuan lain di balik ‘pertobatannya’?
Waspada memang perlu, tp jg beri waktu dan kesempatan bagi mrka utk menunjukkan buah dr pertobatan mrka. Kita hrs tetap menerima mrka spt Barnabas menerima Saulus dan membimbingnya hingga akhirnya para rasul bs menerima Saulus. Tdk boleh kita menjauhi mrka, tp tunjukkan kasih kita pd mrka krna tentu kasih Kristus yg hrs kita tampilkan bagi para petobat baru, spya jgn mrka salah menilai org-org Kristen sbg org yg tdk memiliki kasih Tuhan. Bawalah mrka bergabung dlm sebuah komunitas yg sesuai dg kebutuhan pertumbuhan rohani mrka. Ajaklah mrka bergabung dlm komsel, cool, atau mgkin arahkan mrka utk mulai berminat masuk dlm sebuah pelayanan skala kecil terlebih dahulu. Tentu hrs trs dibimbing hingga mrka bisa ‘berjalan’ sendiri.
Petobat ‘palsu’ akan terlihat dr buahnya, terlihat dr perbuatan mrka, apakah ada tujuan terselubung atau aksi mencari keuntungan bagi diri sndri, tp kita tetap hrs menyatakan kasih Kristus bagi mrka, mgkin saja pd akhirnya mrka sungguh-sungguh bertobat krna melihat kasih Kristus nyata dlm diri org percaya. Kalau tujuan mrka buruk, Tuhan pasti singkapkan semuanya. Waspada tp jgn curiga berlebihan