DI 13112017
Lukas 7:44
- Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
Budaya pd zaman itu adalah memyediakan air dlm sebuah wadah utk mencuci kaki tamu yg berkunjung ke rumah krna kemungkinan kaki tamu kotor selama perjalanan sblmnya. Yesus berkata bhw Dia tdk diberi air utk mencuci kaki-Nya oleh Simon, seorg Farisi, sbg tuan rumah yg mengajak Yesus mkn di rumahnya.
Tamu yg mencuci kakinya sndri adalah tamu level biasa, kalau tdk diberikan air utk cuci kaki, berarti tamu itu org yg ‘hina’, ini yg terjd pd Yesus saat itu, menjd tamu level ‘sangat hina’.
Mari kita renungkan, kita ingin Yesus nyata dlm hidup kita, tp kita tdk memperlakukan Dia dg selayaknya. Mau hidup diberkati tp tdk mau berdoa, tdk mau berkomunikasi dg Tuhan. Kalaupun berdoa, kita minta Tuhan lakukan ini dan itu dan kita anggap Tuhan itu spt ‘pembantu’ kita. Kita mengaku Kristen tp jarang beribadah, percaya paranormal, dstnya. Kristen, yg menjd tuhan ya diri sndri, pura-pura Kristen namanya.
Kita hrs memperlakukan Tuhan dg sepantasnya, Dia layak dimuliakan, berarti kita hrs giat beribadah, dlm ibadah kita memuliakan Tuhan dg memuji, menyembah Tuhan dan bersaksi. Dlm keseharian kitapun memuliakan Tuhan dg perkataan, sikap dan perbuatan yg sesuai Firman Tuhan. Tuhan layak menerima yg terbaik dr kita, jgn pernah memberikan yg ‘sisa dan bekas’ utk Tuhan. Berikan porsi wkt khusus bagi Tuhan, kesegaran tubuh saat melakukan aktivitas kerohanian.
Ketika kita memperlakukan Tuhan dg sepantasnya, kita sdg membangun relasi yg kuat dg Tuhan, saat kita berdoa, Dia akan menjwb, kalau kita memberi yg terbaik bagi Tuhan, pasti kita akan terima yg terbaik jg dr Tuhan. Kalau kita menghormati Tuhan, Diapun akan mengangkat derajat kita