DI 04012018
Keluaran 14:31
- Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.
Mari kita jujur, apakah kita menghormati para hamba Tuhan? Ini bkn sekedar para pemimpin gereja, tp mrka yg dipilih Tuhan utk melayani jemaat.
Puji Tuhan, zaman skrg bnyk hamba Tuhan yg telah kuliah teologia, hingga bergelar Doktor, menjd bekal mrka dlm melayani jemaat, namun tak jarang para pemimpin kita itu org-org yg lanjut usia dan mnrut anggapan bnyk org ‘khotbahnya tdk menarik’, shga muncul celotehan: bisa khotbah gak sih?
Musa sangat diragukan oleh org Israel pd wkt itu, selain krna menjd cucu angkat Firaun, dia jg tdk punya rekam jejak dlm sejarah wkt itu. Betul dia melakukan mujizat di dpn Firaun, tp bisakah dia memimpin umat Tuhan?
Saya pribadi menghormati ibu gembala di grja saya yg pertama, beliau sdh lanjut usia, namun jasa beliau dlm kisah pertobatan saya pd Tuhan selalu saya ingat. Walau mgkin khotbahnya tdk sebagus hamba Tuhan lain, namun beliau tetaplah saya hormati sbg org pilihan Tuhan utk menggembalakan jemaat.
Bgmna dg hamba Tuhan yg jatuh dlm dosa dan ketahuan oleh umum? Teladani sikap Daud terhadap Saul, meskipun scra sah Daud diurapi Tuhan menjd raja Israel, namun dia tetap menghormati Saul sbg raja yg dipilih Tuhan sblmnya. Daud menangis ketika Saul mati, bkn menggelar pesta pora, dia berkabung. Sikap ini patut kita contoh dan lakukan.
Org bs saja ‘jatuh’, namun beri dia kesempatan utk ‘bangkit’. Kalau kita justru mengolok-olok, apa bedanya kita dg iblis yg senang jika hamba Tuhan jatuh dlm dosa? Bukankah org yg jatuh dlm arti sbnarnya hrs kita tolong membangunkannya? Kalau kita diam atau tdk peduli, kita disebut org tdk berperasaan dan tdk pny rasa kasihan. Tetaplah hormati dia sbg org yg Tuhan pilih, namun bljarlah dr kejatuhannya