Hidup dan Mati

DI 05012018 
Kejadian 2:9, 17 

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 

  • tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” 

Pertanyaan yg paling sulit ditemukan jwbannya adalah mengapa Tuhan menempatkan pohon kehidupan dan pohon pengetahuan baik dan jahat di tengah taman Eden? Kalau tdk ada pohon itu, manusia tdk mgkin berdosa. 
Pertanyaan selanjutnya, mengapa manusia ditempatkan di bumi, knpa tdk lgsg di surga? Bknkah di bumi sdh ada iblis dan para malaikatnya? Sptnya terlihat Tuhan ‘sengaja’ melakukannya. 
Mgkin jwban tepatnya kita ketahui nanti saat bertemu Tuhan di surga dlm kekekalan, tp ada sebuah pelajaran menarik ttg kisah ini: sejak awal manusia diciptakan sdh diperhadapkan pd 2 kemungkinan: akan hidup selamanya atau mati. 
Fakta uniknya adalah: yg dilarang dimakan adalah buah dr pohon pengetahuan baik dan jahat (Kejadian 2:17), tp tdk ada larangan makan buah dr pohon kehidupan yg justru bila dimakan bs menjadikan manusia itu hidup kekal (Kejadian 3:22). Tapi Adam dan Hawa tdk memakannya, tp justru terpedaya oleh iblis memakan buah pengetahuan baik dan jahat, di sinilah kita tahu : Tuhan menginginkan manusia itu hidup kekal, iblis menginginkan manusia jatuh dlm dosa dan mati. 
Jd dr sejak awal manusia sdh diperhadapkan pd 2 hal : kehidupan kekal dan kematian kekal. Jgn pilih yg menuju kematian kekal, inilah mengapa Tuhan memberi larangan dan peraturan mengenai hidup manusia. Tp iblis justru ingin kita melanggarnya, ternyata ada ‘peperangan’ antara Tuhan dan iblis, siapa yg bs menjaga manusia, siapa yg bs menjatuhkannya. Di taman Eden, iblis yg ‘menang’, dia berhasil membuat manusia menjd berdosa. 
Kristus dtg ke dunia merebut kembali manusia dr dosa.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.