Nabi Yang Palsu

DI 17012018 


Yehezkiel 13:3 KJV 

Thus saith the Lord GOD; Woe unto the foolish prophets, that follow their own spirit, and have seen nothing! 


  • Demikianlah firman Tuhan; dukacita atas nabi-nabi bodoh, yang mengikuti roh mereka sendiri, dan telah tidak melihat apapun! 


Pergerakan keKristenan zaman ini sdh sangat beragam, dimulai munculnya Protestan, Pentakosta, Kharismatik hingga gerakan Apostolik Profetik yg cirinya begitu aktifnya karunia roh itu dlm plynan gereja. Tentu saja ini berkaitan dg karunia kenabian yg dimiliki oleh bbrpa org. 


Masihkan ada nabi di zaman ini? Sebagian kalangan mengaktifkan kembali jawatan ini, shga di dpn nama disertakan label ‘Nabi’ yg dilanjutkan dg nama org itu, tp kalangan yg lain tdk mengakui adanya jawatan nabi, tp mengakui org bs saja memiliki karunia kenabian. Ini tergantung doktrin dr masing-masing gereja, dan tdk perlu diperdebatkan. 


Karunia nabi salah satunya adalah bernubuat, yaitu menyampaikan pesan Tuhan mengenai sesuatu yg akan terjadi. Zaman dlm ayat ini terjd penyesatan posisi nabi, di mana ada org-org yg dikategorikan nabi ‘palsu’, dlm ayat ini disebut ‘nabi bodoh’. Ada nubuatan yg palsu, cirinya adalah sesuatu yg disampaikan bkn bersumber pd penglihatan dr Tuhan, dan mengikuti rohnya sndri, bkn mengikuti Roh Tuhan. Jd Tuhan tdk berpesan, tp org ini mengatakan ada pesan Tuhan. 


Zaman skrgpun bnyk tindakan penyesatan dlm hal nubuatan. Ada ‘nabi’ yg minta uang dulu baru menyampaikan nubuatan, ada yg isi nubuatannya bertentangan dg kebenaran Firman Tuhan, shga org tanpa sadar ditipu dan dimanfaatkan guna maksud tertentu. Bnyk hal lain yg terjd shga menimbulkan trauma mendalam dlm hal nubuatan. Pdhal kalau nubuatan itu bersumber dr pesan Tuhan, sangat bermanfaat bagi org yg menerimanya. 


Sbg jemaat, kita perlu membekali diri dg pengetahuan kebenaran Firman Tuhan yg memadai, minimal pny dasar utk menilai ttg ‘nabi dan nubuatannya’. Jgn sampai tertipu dan diperdaya, waspadalah 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.