DI 13012018
Yesaya 11:3 KJV
And shall make him of quick understanding in the fear of the LORD: and he shall not judge after the sight of his eyes, neither reprove after the hearing of his ears:
- Dan akan menjadikan dia dengan cepat mengerti di dalam takut akan Tuhan: dan dia tidak akan menghakimi menurut pandangan matanya, juga tidak menegur menurut pendengaran telinganya.
Dlm berbagai kasus dlm persidangan yg sifatnya terbuka, bs dilihat langsung, kita mendapati bhw sblum mengambil keputusan, para hakim tdk hanya mendengar tuntutan jaksa ataupun pembelaan terdakwa, tp menghadirkan para saksi dlm peristiwa tsb maupun saksi ahli, tujuannya spya tdk salah mengambil keputusan.
Spt dlm ayat ini, yg menggambarkan bgmna dr keturunan Daud akan lahir seseorg yg luar biasa, yg kemudian kita tahu bhw yg dimaksud adalah Yesus, anak Yusuf dan Maria, keturunan Daud. Dikatakan dlm ayat ini, bhw ada 3 hal dlm diri Yesus nantinya yg menjd kualitas karakter-Nya.
Pertama, cepat mengerti segala sesuatu di dlm takut akan Tuhan. Org yg lambat mengerti dikatakan sbg org bodoh. Jd kita jgn menjd org bodoh yg lambat mengerti ttg bnyk hal, termasuk ttg hal-hal rohani. Ini bs kita peroleh di dlm kondisi takut akan Tuhan. Jd ada peningkatan kecepatan dlm memahami bnyk hal jika kita hidup takut akan Tuhan, mudahnya kita katakan dg: otak kita dibuat ‘smart’, pintar.
Kedua, tdk menghakimi dr sekedar apa yg terlihat. Ini berarti tdk emosian, tdk buru-buru membela atau menyalahkan. Bnyk informasi yg hrs dicari utk menemukan kebenaran yg sesungguhnya. Apa yg terlihat seringkali menipu pikiran kita. Bukankah penipu seringkali berpenampilan menarik dan menyakinkan? Hati-hati dg apa yg kita lihat.
Ketiga, tdk menegur sekedar dr apa yg kita dengar. Taktik ‘adu domba’ seringkali memunculkan berita atau info yg menyesatkan, menyudutkan pihak lain dan menggiring kita pd opini yg dianggap benar. Hrs netral dan tulus ketika ingin menegur siapapun