DI 08022018
1 Korintus 2:5 KJV
That your faith should not stand in the wisdom of men, but in the power of God.
- Supaya imanmu harus berdiri tidak di dalam hikmat manusia, tapi di dalam kuasa Tuhan.
Ada sebuah kekuatiran di kalangan bbrpa hamba Tuhan bhw mimbar grja skrg mulai dipenuhi oleh para motivator drpd para pembawa pesan Tuhan bagi jemaat.
Ini ada benarnya, mari kita renungkan bersama. Gereja itu rumah Tuhan, tempat utk beribadah yaitu Tuhan bertemu dg umat-Nya. Bila kita lihat dlm Alkitab, baik dlm Bait Suci maupun sinagoga yg diajarkan adalah mengenai Kitab Suci dan hukum-hukum Tuhan. Apa yg terjd dlm gereja zaman skrg?
Tentu ini kasus per kasus, tdk bs disama ratakan, ada gereja yg mulai berubah spt sebuah ‘universitas tdk formal’, ada yg bikin seminar bisnis, mendtgkan para motivator ternama, kemudian dihubung-hubungkan dg ayat-ayat Alkitab. Org yg dtg mgkin lebih bnyk drpd org yg hadir di seminar ttg pertobatan. Blm lagi ibadah gereja yg dihubungkan dg tradisi misalnya ibadah spesial Imlek, ibadah Youth Valentine, yg scra Alkitabiah tdk ada kaitannya Imlek dan Valentine dg hubungan kita dg Tuhan. Konser rohani justru berpusat bkn pd Tuhan, tp pd artis rohaninya.
Iman kita jgn berdasar pd hikmat manusia, tp pd kuasa Tuhan. Bknkah tradisi itu hasil hikmat manusia yg diakui scra umum? Bknkah motivasi atau pengetahuan sekuler jg hasil dr hikmat manusia? Ini bkn berarti kita mengabaikan semua itu, tp kita hrs menempatkan Tuhan di atas segalanya. Kalau ada tradisi yg tdk sesuai Firman Tuhan, jgn kita ikuti. Teknologi membantu jalannya ibadah, tp kita jgn terfokus pd mewahnya tempat ibadah, tp berfokus utk beribadah pd Tuhan.
Manusia bs berkata apapun, tp sbg org percaya kita yakin ketetapan Tuhanlah yg terjd dlm hidup kita. Nasehat yg baik blm tentu tepat utk dipraktekkan dlm situasi yg kita hadapi, tuntunan Tuhanlah yg bs mengatasi semuanya. Andalkan Tuhan, jgn bersandar pd kekuatan manusia, aktifkan iman kita