Kualitas Dari Dalam

DI 14022018

1 Samuel 2:17-18
Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.

  • Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan.

Dlm bergaul kita memang hrs menjaga diri, apalg kalau lingkungan di sekitar kita itu tdk bgtu baik, jgn sampai kita tertular kebiasaan buruknya.

Samuel sejak kecil tinggal di lingkungan yg sbnarnya rohani tp ternyata duniawi. Dia diserahkan pd Tuhan dan dibimbing oleh Imam Eli, kedua anaknya ternyata sangat buruk tingkah lakunya, sang ayahpun tak bs menasehati mrka lagi. Apakah Samuel berubah menjd jahat?

Samuel tdk terpengaruh oleh kebiasaan buruk anak-anak Imam Eli, ini membuktikan bhw kualitas diri seseorg bkn dipengaruhi apa yg ‘di luar’ dirinya, tp dipengaruhi oleh apa yg ada dlm dirinya sndri. Samuel bs saja ikut menjd jahat, tp dia menjaga dirinya dg baik.

Org yg menyalahkan lingkungannya adalah org yg malu mengakui kesalahan yg dia lakukan sndri. Sbnarnya dirinya sndrilah yg tdk kuat, tdk punya cukup kualitas dan kalah melawan godaan. Dosa hanya bs menggoda, apakah kita menang atau kalah melawan godaan berbuat dosa, itu masalah yg ada dlm diri kita. Kita malas mendekatkan diri pd Tuhan, kita yg menjauh dr Tuhan dan tak heran kita menjd incaran mangsa bagi iblis. Jgn berkata Tuhan bs cegah kita utk berbuat dosa, itu namanya mencobai Tuhan.

Bgmana kita bs punya daya tahan melawan pengaruh buruk di lingkungan sekitar kita? Perkuatlah iman kita, taat melakukan Firman Tuhan dan intim dg Tuhan. Tdk ada manusia yg tdk digodai utk berbuat dosa, ada yg terseret, ada yg bs melawan, tergantung kualitas dlm diri org itu. Sadarlah iblis selalu berusaha menggoda kita saat kita lengah dan lemah, kita hrs tetap berjaga-jaga dan tdk membuat celah utk godaan dosa bs menguasai kita. Bergaullah dg org yg membw dampak positif bagi hidup kita

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.