Tetap Bandel

DI 24022018

Ulangan 1:42, 45
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: Katakanlah kepada mereka: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang, sebab Aku tidak ada di tengah-tengahmu, nanti kamu terpukul kalah oleh musuhmu.

  • Lalu kamu pulang dan menangis di hadapan TUHAN; tetapi TUHAN tidak mendengarkan tangisanmu dan tidak memberi telinga kepada suaramu.

Mgkin kita pernah spt org Israel dlm kisah ini, sdh dilarang tapi tetap nekad, akibatnya malu sendiri.

Tuhan itu bkn manusia, kalau manusia mgkin bs terpaksa menerima kenyataan, tp Tuhan tdk bs kita atur. Contohnya, anak yg nekad menikah dg org yg tdk direstui orgtuanya, berharap seiringnya wkt berjalan, punya anak, nanti demi sang cucu, orgtuanya bs luluh hatinya, menerima mantu atau menantunya. Manusia mgkin bs bgtu, tp Tuhan tdk mgkin bs kita paksa spt itu.

Mestinya kita berpikir, knp Tuhan melarang kita melakukan sesuatu? Bodoh rohani kalau menganggap Tuhan tdk suka kalau kita sukses, bahagia dan berprestasi, itu keterlaluan bila pny pikiran spt itu. Tuhan melarang justru punya alasan yg kuat, krna Dia tahu apa yg akan terjd nantinya, krna Dia mengetahui niat jahat org terhadap kita, Dia tdk ingin kita celaka, rugi dan terpuruk.

Mengapa lebih memilih nekad? Pasti krna kita terlalu percaya diri, sok pintar dan merasa tanpa Tuhan tak masalah, bisa lakukan tanpa Tuhan. Keberhasilan yg dulu bkn jaminan utk keberhasilan yg skrg dan masa depan. Tak mgkin selalu rintangannya sama, tdk mgkin selalu prediksi kita itu tepat, tdk selalu Tuhan di pihak kita. Penyertaan Tuhan itu ada ketika kita taat dan lakukan apa yg Tuhan suruh. Di luar itu resiko kita tanggung sndri.

Jgn memancing murka Tuhan turun atas kita, meskipun nanti kita menyesal, ada saatnya Tuhan tdk berkenan atas kita, spt dlm ayat ini, Tuhan tdk mau mendengar tangisan bangsa Israel. Tuhan tdk pernah salah, yg salah pasti diri kita sndri. Jgn bertindak arogan dan bodoh, lebih baik taat drpd ‘bonyok’ nantinya. Bertobat

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.