Anak Abrahan

DI 28022018

Lukas 19:9 KJV
And Jesus said unto him, This day is salvation come to this house, forsomuch as he also is a son of Abraham.

  • Dan Yesus berkata kepadanya: “Hari ini adalah keselamatan datang ke rumah ini, karena sebagaimana dia adalah juga anak laki-laki Abraham.

Anak laki-laki dlm budaya Israel pd zaman itu adalah penerima warisan dr ayahnya, jd ada makna dlm perkataan Yesus terhadap Zakheus dlm ayat ini.

Ada bbrpa pengertian ttg ‘anak laki-laki’ dlm budaya Israel. Hampir semua anak laki-laki tokoh dlm Alkitab itu disebutkan namanya, tp tdk demikian dg anak perempuan, kadang hanya disebut jumlahnya saja. Anak laki-laki sulung adalah milik Tuhan, sekaligus menerima warisan dg 2x lipat porsi anak laki-laki yg lain. Anak laki-laki jg dimaknai bukti kegagahan ayahnya (Ulangan 21:17).

Antara Tuhan dan Abraham ada ikatan perjanjian yg mengikat pd keturunan Abraham turun temurun. Tentu saja pertama adalah keturunan scra fisik yaitu dr Abraham, Ishak, Yakub dan 12 suku Israel. Namun jg ternyata bkn scra fisik saja, perkataan Yesus terhadap Zakheus bcra ttg ‘kemiripan karakter’ antara Abraham dg Zakheus yg digambarkan spt seorg anak laki-laki dibandingkan dg ayahnya. Apa kemiripannya?

Bagi Abraham, cintanya pd Tuhan dibuktikan dg taat mengorbankan Ishak, anak laki-laki kesayangannya, yg dijanjikan Tuhan, memenuhi permintaan Tuhan utk dikorbankan. Zakheus demi kasihnya pd Tuhan rela melepaskan ‘cinta uangnya’ dan menggantikannya dg keselamatan yg Tuhan berikan. Jd kemiripan karakternya adalah sama-sama rela melepas yg paling berharga demi cintanya pd Tuhan.

Bgmna dg kita? Melalui Kristus, kita yg adalah bkn keturunan Abraham scra fisik, telah dimasukkan sbg bagian dr keturunan Abraham (Galatia 3:29), suatu saat akan jg mengalami ujian cinta dr Tuhan. Abraham dan Zakheus telah lulus ujian ini, mrka berani melepas semuanya demi cintanya pd Tuhan. Kalau kita diminta Tuhan utk melepas yg paling kita sayangi, apakah kita rela?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.