Bagian 4: Lapar dan Haus akan Kebenaran
Matius 5:6
(Diberkatilah) Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Lapar dan haus adalah ‘signal’ atau pertanda bahwa tubuh memerlukan makanan sebagai ‘bahan bakar’ energi bagi tubuh dan minuman sebagai penjaga suhu tubuh dan membantu metabolisme tubuh agar tetap prima.
Tidak setiap menit kita lapar dan haus jadi ada waktunya kita harus makan dan minum, berlebihan makan dan minum bisa merusak fungsi ginjal dan hati.
Apa itu kebenaran? Sesuatu yang benar yang bersumber dari Sang Mahabenar:
Yohanes 7:17 NKJV
Sanctify them by Your truth. Your word is truth.
Kuduskan mereka oleh kebenaran-Mu. Firman-Mu adalah kebenaran.
Tidak ada yang lebih benar daripada apa yang Tuhan katakan sendiri, karena di dalam Dia tidak ada dusta. Firman Tuhan adalah kebenaran. Jika kita lapar dan haus akan Firman Tuhan, maka kita akan diberkati.
Walaupun Firman Tuhan ada yang tertulis (logos) seperti tertera dalam Alkitab, namun sesungguhnya semua Firman Tuhan itu diperkatakan secara langsung oleh Tuhan. Maka kita bisa mengerti bahwa lapar dan haus akan kebenaran bermakna kita membutuhkan perkataan/Firman Tuhan yang ‘langsung’ diucapkan Tuhan.
Ulangan 8:3 NKJV
… that He might make you know that man shall not live by bread alone; but man lives by every word that proceeds from the mouth of the Lord .
… supaya Dia boleh membuatmu mengetahui bahwa manusia tidak hidup oleh roti saja; tapi manusia hidup oleh setiap perkataan yang keluar dari mulut Tuhan.
Manusia adalah roh yang hidup dalam tubuh dan memiliki jiwa. Roti bicara tentang makanan untuk tubuh, maka Firman Tuhan adalah ‘makanan’ bagi roh dan jiwa manusia.
Orang yang tidak makan dan minum maka lama kelamaan menjadi lemah dan bisa berujung pada kematian. Supaya tetap hidup, harus makan dan minum. Hanya orang mati saja yang tidak merasakan lapar dan haus, karena semua organ tubuhnya sudah berhenti berfungsi.
Orang yang berkata bahwa dia tidak perlu Firman Tuhan sebenarnya dia sudah ‘mati selagi hidup’. Mungkin dia masih bertahan hidup selama di dunia ini, namun setelah dia mati, dia seterusnya ada dalam kematian yang kekal. Surga adalah kehidupan kekal dan ingat supaya tetap hidup, kita harus makan dan minum. Firman Tuhan itulah yang harus kita masukkan dalam roh dan jiwa kita, itu yang memberi kita kehidupan baik selama di dunia ini maupun hidup kekal di surga nanti.
Tuhan akan mengisi dan memuaskan rasa lapar dan haus kita akan kebenaran. Seperti orang tua kita yang bertanggung jawab menyediakan makanan dan minuman yang kita perlukan setiap harinya, demikian juga Tuhan menyediakan Firman-Nya setiap hari untuk kita. Namun jika kita hanya diam saja, tidak mengambil makanan dan minuman, bagaimana kita bisa makan dan minum? Firman Tuhan tersedia dengan limpahnya, namun jika hanya diam saja, tidak berdoa, tidak baca Alkitab, tidak beribadah, maka kita tetap menjadi lemah dan berujung pada kematian rohani kita.
Makan dan minum tidak bisa sekaligus ditelan, sesuap demi sesuap dan seteguk demi seteguk. Artinya perlu waktu untuk memasukkan semuanya ke dalam tubuh, tidak boleh terburu-buru. Makan dan minum Firman Tuhan jg perlu waktu, dilakukan setiap hari bahkan ketika rohani kita terasa ‘kering’, harus segera masukkan Firman Tuhan dalam roh dan jiwa kita.
Apa yang kita ‘makan dan minum’ untuk roh dan jiwa kita akan sangat berpengaruh pada kualitas hidup kita. Jika yang kita masukkan adalah hal yang kotor dan negatif maka makanan dan minuman ini berubah menjadi ‘racun’ bagi roh dan jiwa kita. Jangan heran jika situasi yang kita alami selalu yang menyudutkan kita, selalu mengalami kegagalan dan tidak ada jalan keluarnya. Salah makan dan salah minum justru menimbulkan sakit, jangan sampai roh dan jiwa kita menjadi ‘sakit’ karena salah ‘makan dan minum’.
Inginkan yang benar maka Tuhan Mahabenar akan memberikannya dengan limpah bagi kita.
Tuhan Yesus Memberkati !!